Home / Catatan Jurnalis / Inovasi Harus Senafas Umat Islam, Pondok Pesantren Terdepan dalam Energi Terbarukan
Merenda Istimewanya Jogja
Jokowi dalam acara Rakernas LDII 2018 (Sekretariat Presiden)

Inovasi Harus Senafas Umat Islam, Pondok Pesantren Terdepan dalam Energi Terbarukan

Rudy Ronald Sianturi | Catatan Jurnalis

Jakarta, Aquilajogja.com – Sebagai kelompok mayoritas, inovasi harus senafas gerak umat Islam, terlebih dalam konteks pondok pesantren yang merupakan candradimuka bagi ratusan ribu anak bangsa. Inovasi, dengan begitu, merepresentasikan kecerdasan berdakwah di tengah pergulatan dunia.

Pesantren dituntut gesit memberi solusi-solusi nyata terhadap pelbagai isu. Dan satu isu paling krusial adalah energi sebagai basis peradaban, dan ketergantungan manusia pada energi fosil.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 2018 (10/10/2018) di Pondok Pesantren Minhajurrosyiddin, Jakarta Timur, memberi kelegaan di bawah tekanan energi.

“LDII untuk Bangsa” adalah tema yang diusung. Berbagai isu dibahas termasuk pemanfaatan energi baru terbarukan, pemanfaatan teknologi digital produktif, dan pendidikan karakter.

Presiden Joko Widodo menghadiri sekaligus membuka Rakernas. Beliau memuji langkah LDII yang sudah bergerak memanfaatkan energi baru terbarukan di sejumlah pondok pesantren yang dikelolanya.

“Tadi saya dibisiki Bapak Ketua Umum, penggunaan energi baru terbarukan di pondok Kediri sudah memakai solar panel semua. Pondok lain belum memulai, ini sudah duluan,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Merenda Istimewanya Jogja

Selain itu, mereka diketahui mulai memanfaatkan energi terbarukan berupa pembangkit listrik mikrohidro yang mampu menghasilkan listrik dan diterapkan dalam pengolahan sebuah pabrik teh di Jawa Timur. Inovasi ini mampu menghemat biaya produksi hingga separuhnya!

“Mikrohidro juga sudah diterapkan di beberapa tempat oleh LDII. Saya kira ini dilakukan dalam rangka mengisi agar Indonesia maju ke depan,” tuturnya.

Di hadapan pengurus dan anggota LDII seluruh Indonesia, Jokowi mengingatkan soal perkembangan revolusi industri keempat yang harus dihadapi Indonesia. Revolusi tersebut pada praktiknya dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif.

“Perkembangan-perkembangan seperti ini yang harus kita hadapi dan kita antisipasi apakah banyak manfaat ataukah banyak mudarat, ini yang belum dihitung. Kalau perusahaan-perusahaan itu kan mikirnya untungnya, tapi bagi warga negara kita memberikan manfaat tidak. Hati-hati,” ucapnya.

Tidak berlebihan bila timbul harapan agar Rakernas LDII 2018 memberikan sumbangsih pemikiran dan rekomendasi tentang langkah-langkah yang harus diambil pemerintah dalam menyikapi dan mengimplementasikan revolusi industri keempat ini.

“Saya berharap agar dalam Rakernas ini bisa memberikan berbagai rekomendasi ke pemerintah apa yang perlu kita lakukan, rencanakan, dan kerjakan untuk menatap Indonesia maju ke depan karena memang tantangannya tidak mudah,” ujarnya.

Inovasi, sekali lagi, harus menjadi nafas umat Islam. Rintisan sejumlah pondok pesantren di atas bisa didesain ulang sebagai migrasi total kepada energi terbarukan dan digelorakan sebagai gerakan pesantren skala nasional!

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Rudy Ronald Sianturi M.Hum.

Rudy Ronald Sianturi M.Hum.
Owner & PEMRED Aquilajogja.com - Univ. Sanata Dharma, Yogyakarta - Asia Research Institute, National University of Singapore - Doctoral Courses De La Salle Univ., Filipina - Memberi pelatihan/konsultasi berbasis SDM, coaching, terapi klinis dan menulis (WA: 082135424879)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean