Home / Headline / Sekjen PBB Berbaju Batik Itu Memuji Penanganan Bencana di Sulteng dan Lombok
Merenda Istimewanya Jogja
Presiden Jokowi dan Sekjen PBB Antonio Guterres (Sekretariat Presiden)

Sekjen PBB Berbaju Batik Itu Memuji Penanganan Bencana di Sulteng dan Lombok

Badung, Bali, Aquilajogja.com – Bila dua tokoh dunia bertemu, perbincangan akan berkisar bagaimana memberi terbaik dalam situasi terburuk. Bali menjadi saksi kebenaran dari prinsip ini.

Hari ini, Kamis 11 September 2018, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres di Ruang Balai Citra, Hotel The Laguna Resort & Spa Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Sekjen PBB yang juga mantan Perdana Menteri Portugal tampak gagah dalam balutan batik lengan panjang. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut beliau di lobi Hotel Laguna.

Kedua tokoh dunia membahas sejumlah topik termasuk bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah dan perdamaian Palestina.

Seusai pertemuan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa Guterres menyampaikan dukacita mendalam bagi para korban baik di Sulawesi Tengah maupun Lombok. Dan beliau memuji respons cepat pemerintah dalam penanganan.

“Sekjen PBB mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki resiliensi yang tinggi dan mengapresiasi respons cepat pemerintah sehingga situasi dapat diatasi dalam waktu yang singkat. Beliau mengatakan selalu tidak mudah kita bekerja pada saat situasi krisis seperti itu,” ujar Retno.

Merenda Istimewanya Jogja
Menteri Luar Negeri dan Sekjen PBB (Sekretariat Presiden)

Terkait topik perdamaian dunia, Sekjen PBB mengapresiasi posisi Indonesia terhadap upaya perdamaian di Palestina. Indonesia dianggap sebagai mitra vital bagi PBB dalam upaya perdamaian global. Indonesia adalah kontributor terbesar terhadap pengiriman pasukan perdamaian PBB.

“Indonesia memiliki kekuatan dan keinginan untuk aktif di dalam upaya menciptakan perdamaian dan kesejahteraan dunia. Jadi kemitraan Indonesia dan PBB dinilai oleh Sekjen PBB sangat luar biasa,” ucapnya.

Adapun terhadap upaya diplomasi Indonesia yang dilakukan guna menangani permasalahan di Rakhine State, Myanmar, Sekjen PBB menilai bahwa Indonesia merupakan negara yang tepat untuk melakukan penanganan dengan cara-cara yang sesuai sehingga dapat tetap berkontribusi di tengah situasi yang sulit.

“Sekjen PBB mengatakan bahwa cara Indonesia mendekati isu tersebut dinilai pas sehingga Indonesia dapat memberikan kontribusi walaupun situasinya tidak mudah. Kemajuan (penanganan) juga masih terus didorong, tetapi Indonesia diyakini dapat terus berkontribusi dalam upaya menyelesaikan situasi di Rakhine State,” tuturnya.

Dalam pertemuan dengan Sekjen PBB yang tampil berbaju batik lengan panjang, Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Admin

Admin
‘Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean