Home / Headline / Anthonius Gunawan Agung, Tunaikan Noblesse Oblige Supaya Setiap Orang Bersahabat
Merenda Istimewanya Jogja
Air Traffic Controller Anthonius Gunawan Agung (Istimewa)

Anthonius Gunawan Agung, Tunaikan Noblesse Oblige Supaya Setiap Orang Bersahabat

Oleh: Rudy Ronald Sianturi & Tiurmaida Tampubolon

Palu, Sulteng, Aquilajogja.com – Sahabat adalah dia yang memberi nyawa bagi sahabat-sahabatnya.

Percikan ingatan spontan mengeluarkan kata-kata di atas saat menonton kesaksian Mafella, Kapten Batik Air, pilot pesawat terakhir yang lepas landas dari Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, Sulteng.

Ini kisah tentang jiwa yang peka pada bisikan ilahi serta malaikat pelindung yang diutus untuk memastikan kasih perlindungan Allah terlaksana sempurna.

Kala gempa magnitudo 7,4 menghantam Palu dan Donggala, lalu tsunami merangsek bak panser raksasa menggilas apapun di depannya, Pilot Maffela sedang bersiap take off membawa 148 penumpang. Beliau merasa ada bisikan untuk mempercepat keberangkatan.

“Kami cuma punya ground time 30 menit. Saat landing cuaca cerah, biasanya foto-foto. Seakan kudengar Tuhan bilang ‘bergegaslah, cepatlah,” kisah Mafella.

Risau dengan desakan suara itu, beliau minta segera diberangkatkan, dan diberi waktu 5 menit untuk boarding. Sebagai informasi, rute ini biasanya mengalami keterlambatan 5-10 menit. Sore itu, berkat kesigapan setiap orang, pesawat bisa berangkat 3 menit sebelum jadwal resmi.

“Saya tutup pintu pukul 17.52. Saya mundur, start engine, jalan pelan-pelan,” tutur Kapten Mafella.

Merenda Istimewanya Jogja
Ads by Rose Olshop, hubungi WA 0813-5502-9027

Di dalam Tower, seorang Pengawas Udara (Air Traffic Controller) jelang genap 22 tahun berwajah tampan mengikuti setiap pergerakan pesawat Batik Air dengan seksama. Dia sadar sekelilingnya sedang bergolak. Dia sadar bumi sedang dibelah-belah. Dia merasakan gedung bergetar-getar.

Di berbagai lokasi ratusan jiwa melayang seketika, ratusan orang terluka. Di pantai, orang-orang tergulung tsunami. Sebagian Petobo amblas ke dalam bumi bersama penghuni-penghuni.

Anak muda bernama Anthonius Gunawan Agung ini tak melarikan diri. Kepanikan luar biasa, fokus total pada pekerjaan. Dia bertahan untuk memberangkatkan pesawat yang menjadi tanggung jawabnya.

Dari dalam kokpit, Mafella sudah merasa ada yang tak beres di runway selama take off roll.

Terdengar suara dari lantai 4 Tower. “Batik 6231, runway 33, ready to take off,” Anthonius mengijinkan tinggal landas. Jam menunjukkan 18.02, Tower bergetar dahsyat, atap bangunan menimpa. Batik Air bergerak untuk tinggal landas.

Kala memanjat ruang udara, Kapten Mafella menyaksikan tsunami sedang memburu kehidupan di daratan. Dia bagai rajawali berduka yang matanya melihat kehancuran secara utuh.

Merenda Istimewanya Jogja
Pilot Batik Air Kapten Mafella (Istimewa)

Aku turut berduka, terpaku, di depan pesawat TV mendengar semua ini. Aku larut dalam ungkapan kesedihan Maffela. Dia begitu terpukul atas wafatnya Anthonius Gunawan Agung yang disebutnya “My Guardian Angel”, sang Malaikat Penyelamat yang diutus Allah.

Benakku mencoba merangkai kembali peristiwa itu. Anthonius tetap menyelesaikan tanggung jawabnya memandu pesawat Batik Air walau bumi berguncang. Keselamatan 148 sesamanya teramat penting. Noblesse oblige, sebuah kewajiban mulia harus sempurna ditunaikan.

Anthonius terjun dari lantai 4 menara setelah pesawat mengangkasa. Kakinya patah. Dia sempat dievakuasi usai tubuhnya jatuh ke tanah, namun menghembuskan nafas terakhir dalam helikopter yang menuju rumah sakit.

Satu nyawa indah diganjar 148 nyawa selamat.

Merenda Istimewanya Jogja
Pemakaman Anthonius di Kong Tiong Hwee milik Yayasan Dana Sosial di Kampung Pannara, Makassar (Ancha Hardiansya/Beritagar.id)

Kisah heroik di Tower Palu menjadi perbincangan dunia. Australia ABC.net mengutip juru bicara Badan Navigasi Udara Indonesia (Airnav), Yohannes Sirait, bahwa Anthonius menyabung nyawa demi ratusan penumpang.

“Anthonius telah memantau lepas landasnya pesawat. Jika ia meninggalkan pos-nya sebelum pesawat lepas landas, maka saya tidak tahu bagaimana nasib ratusan orang di dalam armada itu,” ujar Yohannes Sirait, seperti dimuat dalam artikel berjudul “Indonesian earthquake: Air traffic controller dies ensuring flight gets off the ground”.

Situs CNN juga memuat kisah Anthonius dalam artikel bertajuk “Indonesia salutes air traffic controller who gave his life for others”.

Pemerintah Indonesia akan memberi gelar pahlawan pada Anthonius dan Menteri Perhubungan meminta agar keluarga mengijinkannya disemayamkan di Taman Makam Pahlawan.

Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) menggelarinya pahlawan penerbangan Indonesia dan akan mengusahakan agar ditetapkan sebagai pahlawan ATC dunia.

Merenda Istimewanya Jogja
Ads by Rose Olshop, hubungi WA 0813-5502-9027

Aku pribadi melihat dua jiwa mulia. Kapten Maffela dituntun bisikan Tuhan agar meninggalkan Kota Palu lebih awal. Kepatuhannya mendengar suara surgawi menyelamatkan ratusan orang.

Anthonius yang menyadari kehancuran di sekeliling tetap mematuhi suara Tuhan dalam hatinya agar setia menjalankan tugas meski maut mengintai.

Batik 6231, runway 33, ready to take off, kata-kata agung penghujung di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie. Agung melampaui rutinitas Tower di seluruh dunia. Agung dan istimewa merenda kehidupan Kapten Mafella dan 148 kehidupan yang diselamatkan.

Sang Guardian Angel telah menemui Pencipta, yang oleh kasih setiaNya pada Mafella dan 148 orang, rela menyerahkan nyawa putraNya Anthonius demi keselamatan mereka. Supaya setiap orang bersahabat.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Tiurmaida Tampubolon, S.S.

Tiurmaida Tampubolon, S.S.
Stafsus Ketua DPD RI Oesman Sapta - Wasekjen DPP Hanura - UKI Jakarta **Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

One comment

  1. Mati muda atau tua yang penting adalah kualitas. Pengorbanan demi keselamatan orang lain menjukkan kualitas pengabdiaanya kepada Tuhan dan sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean