Home / Headline / Gempa Palu-Donggala, Tsunami Ujian yang Mengambil Sedikitnya 384 Anak Bangsa
Merenda Istimewanya Jogja
Suasana pasca gempa (Twitter/@Sutopo_PN)

Gempa Palu-Donggala, Tsunami Ujian yang Mengambil Sedikitnya 384 Anak Bangsa

Donggala, Palu, Sulteng, Aquilajogja.com -Palu baru saja merayakan ulang tahun yang ke-40, usia yang matang bagi warga sebuah kota. Dan lalu alam membunyikan lonceng bahaya yang tak seorangpun mau dengar. Gempa datang membawa palu sebesar 7.4 magnitudo!

Jembatan Ponulele rusak akibat gempa disusul tsunami yang menimpa wilayah Palu dan Donggala. Struktur ikonik yang membentang indah di atas Teluk Palu roboh digoyang dahsyatnya gempa pada Jumat 28 September 2018.

Banyak jenazah ditemukan di daerah pantai dan beberapa tubuh mengambang di laut. Ratusan orang dilaporkan hilang dalam kekacauan yang mencekam.

Berdasarkan laporan BNPB, setidaknya 384 anak bangsa gugur dalam tragedi memilukan ini. Ribuan orang terpaksa tinggal di pengungsian dan luar rumah karena gempa-gempa susulan masih terjadi.

Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 39 yang sandar di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, bahkan terhempas hingga ke atas pelabuhan.

Pemerintah menutup Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu sejak kemarin dan diharapkan kembali operasional hari ini (29/09/2018) pukul 19.26 WITA. Hal ini terpaksa dilakukan karena runway bandara mengalami keretakan sepanjang 500 meter. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan terhadap sistem navigasi.

Presiden Jokowi telah memerintahkan menteri-menteri terkait untuk langsung turun tangan.

Pemerintah bergerak cepat untuk mengerahkan berbagai bantuan lewat baik lewat darat, laut  maupun udara. Pesawat Hercules TNI siaga di Makassar untuk membawa berbagai bantuan dan personel TNI bila bandara Palu dinyatakan siap didarati.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun Twitternya @Sutopo_PN, menginformasikan rencana pengiriman 83 personel TNI dan barang seberat 6.943 kg tersebut, seperti tiga unit tenda pleton tiga unit, 83 unit velbed, alat operasi dan satu unit genset.

Sejumlah tim SAR dan sukarelawan dari berbagai titik keberangkatan sedang dalam perjalanan baik lewat darat dan laut dengan membawa berbagai bantuan logistik.

Dari Banjarmasin, 44 personel SAR (Search and Rescue) dan peralatan telah diberangkatkan dengan menumpang Kapal Negara (KN) SAR Laksmana hari Sabtu (29/9/2018) pukul 02.47 WITA. Menurut Kepala Kantor SAR Banjarmasin Mujiono bantuan akan tiba di Dermaga Pantoloan, Palu, sekitar 26-28 jam ke depan.

Gempa Palu-Donggala yang disertai terjangan tsunami memang di luar dugaan. Terjadi kerusakan infrastruktur secara masif. Jalan-jalan rusak, pasokan listrik terhenti dan jaringan komunikasi rusak parah.

500 lebih BTS (Base Transceiver Station) Telkomsel mengalami kerusakan parah sehingga tidak bisa difungsikan. Belum lagi masalah pasokan listrik yang terpaksa dihentikan PLN sesuai prosedur kebencanaan sehingga praktis Telkomsel lumpuh.

Jaringan XL dikatakan sempat masih berfungsi dengan baik. Akan tetapi, sekitar 70% pengguna telepon seluler di lima kabupaten yang terdampak gempa Palu adalah pengguna layanan Telkomsel. Faktor lain adalah karena alat telepon warga diperkirakan sudah habis daya karena matinya listrik.

Hingga sekarang komunikasi ke wilayah di Donggala belum bisa dilakukan.

Telkomsel telah mengirimkan sejumlah mobile power untuk menunjang proses perbaikan sistem jaringan. Layanan SMS dan suara berangsur pulih meskipun dengan kualitas menurun karena kelangkaan listrik dan rusaknya jaringan fiber optik.

Telkomsel juga telah menurunkan tim unit siaga bencana, tim TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) dari kota terdekat guna membantu pendirian posko darurat dan mengakselerasi  perbaikan jaringan.

Dampak gempa yang dimulai dengan sejumlah gempa yang lebih kecil ini sangat besar dan masih belum bisa diperkirakan dengan pasti mengingat berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Kepedihan dan luka belum berakhir, ini ujian yang tak perlu namun toh harus terjadi. Usia 40 tahun adalah sungguh kematangan yang diuji.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Admin

Admin
‘Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean