Home / Headline / 10 Muharam Guru Tua di Ponpes Alkhairaat Palu, Kala Mata Cantik Melihat Bubur Asyura
Merenda Istimewanya Jogja
Sebagian santriwati bersama pengasuh (dok. pribadi)

10 Muharam Guru Tua di Ponpes Alkhairaat Palu, Kala Mata Cantik Melihat Bubur Asyura

Oleh: Dwi Pratiwi Lestari

Alkhairaat, Palu, Aquilajogja.com – Ada satu foto berbingkai yang menghias dinding rumahku meski orangnya bukan sanak keluarga.

Aku memeriksa fotonya lagi, membayangkan lintas samudra dari Yaman. Beliau biasa dipanggil Guru Tua dan menempati hati banyak orang. Hijrah mengarungi lautan panjang, di tangannya obor pendidikan dan akhlak.

Begitu kapal lego jangkar, beliau segera bekerja sesuai ilham yang diperolehnya untuk membuka Perguruan Islam Alkhairaat. Satu obor itu berupa Ponpes Putri Alkhairaat Pusat Palu, nyala Quranik yang telah memberkati Indonesia Timur beribu cara.

(Baca juga: Guru Tua Pembawa Alkhairaat Bersyiar “Inni Bu’itstu Mualliman”, Aku Diutus Menjadi Pendidik)

Sambil berbaring kuingat kembali momen paling ditunggu setiap tahun. Istimewanya hari itu melekat dengan praktik dakwah Guru Tua. Dan telah mengendap tebal di kedalaman jiwaku.

Tanggal 10 Muharam, betapa girang menantikannya. Ustad ajar kami untuk santuni anak yatim dan menunjukkan kasih dengan mengusap kepalanya. Berlomba-lomba kami mencari teman yatim, berbagi dan saling menyenangkan hati. Ada takjub betapa indah dan damai persahabatan. Tiada yang dapat mengganti pengalaman ini kecuali 10 Muharam berikutnya.

(Baca juga: Pilih Waktumu dengan Bijaksana, Perawat Palembang Mengembalikan ‘Kuncup Mawar’ Pasiennya)

Merenda Istimewanya Jogja
Amalan Ratibul Haddad, antara maghrib dan isya setelah baca Quran, membangun suasana doa di batin (dok. pribadi)

Aku menyampingkan badan sambil tersenyum-senyum. Jelang hari istimewa, asal dapur menebal dan mewangi. Semua anak pondok mengamalkan puasa Sunnah, kakak dan ustadzah mempersiapkan bubur asyura 10 rupa. Lalu kami pungkasi dengan buka bersama.

Tambah heboh itu pakai ‘celak’ alias pensil alis sehingga mata santriwati beda semua. Tampak lebih terang, tajam, cerah dan cantik!

Siapa sudi melewatkan momen yang paling dinantikan?

Kuingat lagi hadis yang diajarkan waktu MTs: “Almuslimu man salimal muslimuna min lisanihi wayadihi, wa muhajiru man hajara ma nahallahu ‘anhu”.

“Seorang Muslim itu adalah dia yang menjaga saudaranya/Muslim lainnya dari gangguan tangan dan ucapannya, dan orang yang berhijrah itu ialah dia yang meninggalkan apa yang Allah larang baginya”.

Setiap kali aku ucapkan, pasti terngiang lagi “barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, hendaknya ia menghormati tetangganya”.

Merenda Istimewanya Jogja
Para sahabat pondok kelas 3 MA 2006-2007 (dok. pribadi)

Muharam merupakan bulan yang dimuliakan Nabi Muhammad sebagai masa pengharapan karena banyak kejadian baik diyakini terjadi di bulan ini, seperti Nabi Musa selamat dari kejaran Firaun, Nabi Yunus selamat atau keluar dari perut ikan hiu, Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara atau Nabi Ayub diangkat penyakitnya.

Menyantuni anak yatim itu ekspresi pengharapan Muharam sebagai awal perubahan dan keyakinan bahwa Allah ada selalu bagi kita. Maka doa-doa selalu dilantunkan guna menenun asa.

(Baca juga: Metafora Pohon, Islam Nusantara dalam Pandangan Seorang Dosen Psikologi Jogjakarta)

Mata berubah ‘cantik’ karena melihat hal-hal dengan harapan, bukan mata mengeluh dan marah-marah.

Kuamati mata sang Guru Tua. Dia melihat indahnya transformasi seorang Muslim bila akal, ilmu dan akhlak dilatih dalam kombinasi pesantren dan sekolah modern.

Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Dwi Pratiwi Lestari, M.Pd.I.

Dwi Pratiwi Lestari, M.Pd.I.
Dosen Uni. Alkhairaat Palu & IAIN Palu- Pengasuh di Ponpes Putri Alkhairaat Pusat Palu - UIN Suka, Yogyakarta **Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean