Home / Headline / Spirit Baru Kabupaten Bantul, Jogjakarta: Prestasi Olahraga dan Kebanggaan Wong Bantul
Merenda Istimewanya Jogja
Bupati Bantul Drs. Suharsono (Istimewa)

Spirit Baru Kabupaten Bantul, Jogjakarta: Prestasi Olahraga dan Kebanggaan Wong Bantul

Bantul, Jogjakarta, Aquilajogja.com – Apa lagi yang ditunggu bila kepala daerah telah menyatakan komitmennya secara publik?

“Apapun dan siapapun yang membawa nama Bantul, akan saya perhatikan. Saya beri penghargaan.” tegas Suharsono saat memberikan penghargaan kepada sejumlah atlet berprestasi dalam upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2018 di Lapangan Trirenggo, Bantul.

Warga Bantul boleh bersukacita memiliki pemimpin sekelas Drs. Suharsono. Bahkan Jogja istimewa hanya bila setiap pemimpin di tingkat kabupaten berani melakukan terobosan-terobosan.

Di sisi lain, Senin 9 September 2018 adalah momen berkah sekaligus menimbulkan pertanyaan sangat penting: bagaimana para praktisi olahraga di Bantul akan memaknai tekad Bupatinya?

Penghargaan dimaksud adalah insentif untuk melecut prestasi dan karenanya, mengibarkan nama daerah di gelanggang nasional bahkan internasional. Apalagi dalam Asian Games Jakarta Palembang 2018 yang baru lalu, atlet asal Bantul turut ambil bagian dan menyumbang medali bagi Indonesia.

Suharsono memberi penghargaan khusus kepada Muhammad Rian Ardianto, peraih medali perak Asian Games 2018 dalam cabang olahraga bulutangkis. Sebuah prestasi gemilang yang tak sembarang orang bisa melakukannya. Sungguh pantas bila kemenangannya dirayakan sebagai kemenangan kolektif.

Rupanya bukan hanya itu. Bupati juga memberi penghargaan kepada Titik Kusuma Wardani dan Okka bagus Subekti, keduanya atlet pelatnas dalam cabang olahraga panahan.

Ketiga atlet asal Bantul ini mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan. Bila Rian Ardianto mendapat Rp 20 juta, Titik dan Okka masing-masing mendapat Rp 5 juta.

Suharsono mengungkapkan bahwa putra-putri Bantul sebenarnya memiliki potensi dan kompetensi, namun jarang mendapat perhatian oleh pemerintah.

Dua hal yang sebetulnya kontradiktif, bahwa kepala daerah antusias memberi penghargaan secara nyata, sedangkan perhatian pada kemajuan prestasi para atlet justru diakui sangat kurang.

Hal yang menimbulkan semangat adalah bahwa Bupati secara pribadi ingin membudayakan tradisi baru berupa piagam dan uang pembinaan kepada atlet-atlet yang telah mengharumkan nama baik Bantul di tingkat nasional. Katanya, “Bila perlu menggunakan uang pribadi (Bupati)!”

Ia mengaku sangat bangga, ketika ada putra daerah yang mengharumkan nama Bantul hingga nasional bahkan mancanegara.

Prestasi adalah kebanggaan, begitu prinsip beliau. Maka telah terbuka jalan berprestasi secara bermakna, yaitu ‘bangga sebagai wong Bantul’.

Spirit di atas harus diintegrasikan para pelatih dan organisasi olahraga ke dalam program pembinaan dan latihan sehari-hari. Tanamkan sugesti dalam bertekad bahwa setiap tetes keringat adalah demi nama baik Bantul, atau mundur saja bila tak mau mengemban misi mulia ini!

Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Admin

Admin
‘Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean