Home / Hukum dan Kriminalitas / Banyak Terjadi Kekerasan Seksual, Perempuan di Jogjakarta Belum Aman
Merenda Istimewanya Jogja
LBH Yogyakarta (kabarburuh.com]

Banyak Terjadi Kekerasan Seksual, Perempuan di Jogjakarta Belum Aman

Jogjakarta, Aquilajogja.com – Sebuah kota yang menyebut dirinya istimewa, Jogja, tidak bisa lepas dari adanya berbagai tindak kriminal. Yang penting adalah seberapa sigap masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam mengatasi serta meminimalkan angka kejadian.

Kekerasan seksual adalah masalah klasik yang jamak ditemukan di setiap kota. Bagaimana dengan Jogja, begitu pertanyaannya, yang dikenal ramah dan sopan?

Data dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta bisa memberi gambaran konkret. Menurut advokat Meila Nurul Fajriah, pihak LBH banyak menerima  pengaduan kasus kekerasan seksual pada perempuan.

Berdasarkan jenis pengaduan yang masuk, kekerasan seksual banyak yang terjadi di ranah personal dan komunitas. Akan tetapi, hanya sedikit korban yang mau menempuh jalan hukum. Artinya secara kuantitatif, angka kejadian harus dibaca sebagai fenomena gunung es. Bila tercatat hanya lima kasus di tahun 2018, kekerasan seksual yang terjadi sebenarnya jauh lebih banyak.

Meila menjelaskan adanya dua pola kekerasan seksual, yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Kekerasan secara langsung bisa berupa percobaan pencabulan disertai penganiayaan atau pelecehan seksual ketika pelaku mengeluarkan organ kemaluannya di depan publik. Kekerasan tidak langsung biasanya dilakukan secara elektronik, seperti diseminasi konten yang mengandung pornografi justru oleh orang terdekat dari korban.

Faktor psikologis menjadi alasan mengapa kebanyakan kasus tidak diproses secara hukum. Korban biasanya diminta untuk menceritakan dengan rinci apa yang telah menimpa dirinya. Proses ini menyakitkan dan bisa menyebabkan trauma berulang. Selain itu, proses interogasi pun dapat mempersulit posisi korban.

LBH Yogyakarta menolak segala bentuk kekerasan pada perempuan, akan melindungi korban yang berani bersuara dan menentang upaya kriminalisasi. Pengadilan didorong untuk menjatuhkan hukuman maksimal terhadap pelaku.

Masyarakat Jogja bisa berpartisipasi aktif dengan mengapresiasi suara korban. Kekerasan seksual berpotensi menimbulkan beban emosional seumur hidup. Sangat ironis bila korban takut menuntut keadilan karena  merasa malu atau kuatir dengan stigma sosial.

Jogja istimewa harusnya karena perempuan merasa aman tinggal di kotanya.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Admin

Admin
‘Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean