Home / Headline / Go Sahaja, Istimewanya Jogjakarta Wajib Pernikahan Usia Dewasa
Merenda Istimewanya Jogja
Bahagianya pasangan nikah usia dewasa (Ilustrasi/Dewi Ayu Puspitasari Wahid)

Go Sahaja, Istimewanya Jogjakarta Wajib Pernikahan Usia Dewasa

Jogjakarta, Aquilajogja.com  – Istimewanya Jogja bisa diukur dalam berbagai terobosan di bidang kebijakan publik. Salah satunya adalah Gerakan Orang Tua Sahabat Remaja (Go Sahaja) dan Deklarasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang diluncurkan Minggu (19/8/2018).

Kegiatan yang diinisiasi Badan Pemberdayaan dan Masyarakat (BPPM) ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi yang telah dilakukan seluruh kecamatan di Kota Yogyakarta tahun lalu.

Ada pesan sangat kuat bahwa pemerintah daerah sangat serius untuk membuat Jogja kian bermartabat.

Plt Kepala DPPKB Kota Yogyakarta, Eny Retnowati mengatakan bahwa masa remaja adalah periode krusial bagi generasi muda. Pemerintah dan masyarakat luas wajib melindungi hak-hak remaja untuk memerolehnya.

Go Sahaja bisa dibayangkan semacam ‘sekolah’ yang mengembalikan keluarga dalam kehidupan para remaja maupun garis terdepan dalam pembangunan karakter bangsa.

Ada sejumlah pertimbangan. Menurut Eny, pernikahan dini akibat kehamilan yang tidak diinginkan biasanya dipicu kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Dalam hal ini, remaja perempuan menjadi kelompok sosial yang paling terkena dampaknya.

Secara medis, remaja putri rentan mengalami komplikasi persalinan, pendarahan, dan terkena kanker serviks. Bayi yang dilahirkan berisiko mengalami berat bayi lahir rendah (BBLR) bahkan stunting. Kita belum lagi menghitung dampak sosial dan psikologis seperti kasus KDRT. Maka pendewasaan usia perkawinan adalah logis, etis dan bermartabat.

Apakah berhenti hingga di situ? Pernikahan dini ibarat membuka kotak Pandora. Perceraian, putus sekolah dan terjebak kemiskinan adalah sebuah lingkaran setan yang mengintai pasangan-pasangan di bawah umur.

Jogja istimewa karena melalui Go Sahaja, keluarga dibawa pulang ke dalam kehidupan remaja sebagai pelindung, pengayom, dan pendidik terutama – bukan media sosial atau teman sebaya.

Ganjil bila Jogja Kota Budaya justru tidak bersikap terhadap fenomena pernikahan remaja yang masih banyak terjadi ini. Mewajibkan pernikahan usia dewasa adalah tepat dan benar!

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Admin

Admin
‘Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean