Home / Bisnis dan Investasi / Kado Istimewa buat Sulawesi Berupa 5 Bendungan Baru, Progres Bendungan Ladongi Mencapai 32 Persen
Merenda Istimewanya Jogja
Progres Konstruksi Bendungan Ladongi telah mencapai 32 persen (Kementerian PUPR)

Kado Istimewa buat Sulawesi Berupa 5 Bendungan Baru, Progres Bendungan Ladongi Mencapai 32 Persen

Oleh: Avalo Potalaka

Jakarta, Aquilajogja.com – Air sumber kehidupan, siapa yang mengelola air dengan seksama akan mendapat kehidupan yang bermartabat. Hal ini tampaknya sangat disadari pemerintah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) saat ini tengah berupaya keras menyelesaikan 34 bendungan di berbagai penjuru Indonesia. Bendungan-bendungan tersebut merupakan bagian dari  rencana 65 bendungan tahun 2015-2019 untuk mendukung Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dalam mewujudkan ketahanan pangan dan air nasional.

Sejauh ini, 9 bendungan telah diselesaikan, yakni Bendungan Paya Seunara dan Bendungan Rajui (Aceh), Bendungan Bajul Mati  dan Bendungan Nipah (Jawa Timur), Bendungan Titab (Bali), Bendungan Jati Gede (Jawa Barat), Bendungan Tritip (Kaltim), Bendungan Raknamo (NTT), dan Bendungan Tanju (NTB). Total tampungan ke-9 bendungan tersebut mencapai 1.035 m3.

Pulau Sulawesi akan mendapat ‘hadiah’ berupa 5 bendungan baru

Salah satu bendungan yang tengah dikerjakan sejak Januari 2017 adalah Bendungan Ladongi yang berada di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Kapasitas tampung cukup besar, yaitu 45,94 juta m3 atau 2,5 kali dari kapasitas Bendungan Tanju (NTB) yang sebesar 18 juta m3 dan telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 30 Juli 2018.

Bendungan Ladongi menahan aliran Sungai Ladongi yang selama ini belum optimal dimanfaatkan. Areal persawahan yang akan diairi mencapai 3.604 hektar secara kontinu sehingga diharapkan produktivitas lahan pertanian meningkat dan pendapatan petani lebih besar dalam satu tahun.

Merenda Istimewanya Jogja

Selain dinikmati petani, Bendungan Ladongi juga menjadi sumber air baku sebesar 0,12 m3/detik, pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW, serta mengurangi banjir dengan volume 99.704 m3/detik. Bendungan Ladongi juga potensial untuk dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Kolaka Timur.

“Hingga 15 Juli 2018, progresnya fisiknya kini telah mencapai 32 persen. Dalam pembangunan bendungan, kendala adalah cuaca. Pada saat cuaca sedang cerah, kami maksimalkan dengan penambahan shif kerja sehingga bisa selesai lebih cepat yakni pada bulan Desember 2019 dari target awal selesai tahun 2020,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Eka Nugraha Abdi beberapa waktu lalu.

Bendungan Ladongi merupakan bendungan tipe urugan batu dengan tanah lempung. Konstruksi dilakukan oleh kontraktor BUMN PT.Hutama Karya dengan kerja sama operasi (KSO) bersama kontraktor swasta nasional yakni PT. Bumi Karsa. Biaya pembangunan bendungan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) multiyears tahun 2016-2020 sebesar Rp 844 miliar.

Selain Bendungan Ladongi, terdapat empat bendungan lainnya yang tengah dikerjakan Kementerian PUPR di Pulau Sulawesi, yakni Bendungan Kuwil Kawangkoan dan Lolak di Sulawesi Utara dan Bendungan Karalloe, Pamukkulu dan Paselloreng di Sulawesi Selatan.

Co-writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Avalo Potalaka

Avalo Potalaka
EDITOR Aquilajogja.com - "Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapis klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean