Home / Bisnis dan Investasi / ‘Brutalnya’ Duterte, Seluruh Dewan Direktur BUMN Dipecat Termasuk Kerabatnya
Merenda Istimewanya Jogja
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Istimewa)

‘Brutalnya’ Duterte, Seluruh Dewan Direktur BUMN Dipecat Termasuk Kerabatnya

Manila, Filipina, Aquilajogja.com – Duterte barangkali presiden paling kontroversial  di asia tenggara. Publik akan selalu mengingat kesadisannya memerangi korupsi dan narkoba: eksekusi di tempat! Walau dunia mengutuk kekejaman ini, bahkan pengacara Filipina Jude Sabio menggugatnya ke Mahkamah Pidana Internasional, beliau tak menggubris.

Perang yang dikobarkan Duterte belum usai, malah makin garang. Beliau, tanpa ampun, baru saja memecat seluruh (9) dewan direktur BUMN Nayong Pilipino Foundation (NPF).

NPF menguasai lahan seluar 9,5 hektar. Landing International Development (LID), pengembang kasino yang tercatat di bursa Hong Kong, sepakat menyewa lahan tersebut selama 25 tahun guna pengembangan Nayon Landing. Mega proyek senilai USD 1,5 miliar ini termasuk sejumlah indoor theme park, jaringan hotel dan restoran serta sebuah kasino.

Malacañang beranggapan bahwa NPF melakukan transaksi bisnis yang ‘keliru’, berpotensi merugikan negara dan tanpa proses tender secara publik.

Juru bicara presiden, Harry Roque, mengatakan kepada wartawan bahwa perjanjian sewa “sangat tidak menguntungkan” bagi pemerintah Filipina.

Seakan terinspirasi basmi korupsi ala Tiongkok,  ‘tenar’ dengan tembak mati koruptor secara publik, pemecatan 9 direktur dilakukan saat Presiden Direktur NPF,  Patricia Ocampo , beserta petinggi-petinggi LID sedang melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan proyek.

Yang tak kalah menghebohkan adalah bahwa Fema Duterte, salah seorang direktur yang turut dipecat, masih kerabat Presiden!

Duterte dikenal tidak suka dengan perjudian. Pemerintah Filipina sendiri memberlakukan moratorium atas kasino baru selama 5 tahun mengingat jumlah kasino yang ada sudah berlebihan.

Meskipun begitu, The Philippine Amusement and Gaming Corporation (PAGC) justru mengeluarkan dua lisensi perjudian untuk Pulau Boracay, destinasi wisata paling populer di negara itu. Salah satunya adalah kepada Galaxy Entertainment Group, perusahaan di bursa Hong Kong, untuk pengembangan proyek senilai  USD 500 juta.

Duterte menegaskan tidak akan mengijinkan pembangunan kasino di Boracay, yang sejak April ditutup guna pembersihan menyeluruh selama 6 bulan karena dianggap bagai “cesspool” (bak penampung bawah tanah).

Bisa dipahami mengapa Duterte kurang suka dengan konsesi yang diperoleh Landing. PAGC beralasan bahwa Landing tidak akan dibuka hingga 2022 sesuai dengan kesepakatan moratorium. Istana Malacañang tidak sependapat, dan mengumumkan akan memeriksa berkas perjanjian sewa dimaksud.

(Baca juga: Destinasi 2045, Ikhtiar Jokowi dan Anak Muda Jaman Now Merealisasikan Suratan Takdir Bangsa)

Perang melawan korupsi dan narkotika ala Filipina masih berlangsung. Pelajaran apa yang bisa dipetik pemerintahan Jokowi dan bangsa Indonesia?

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Admin

Admin
‘Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean