Home / Hukum dan Kriminalitas / Istimewanya Jogja, Guru Besar UGM dan UII Masuk Daftar Calon Hakim MK
Merenda Istimewanya Jogja
#Maba2018, Kami UII 2018, kata seorang mahasiswa UII Jogjakarta (Ilustrasi/Istimewa)

Istimewanya Jogja, Guru Besar UGM dan UII Masuk Daftar Calon Hakim MK

Oleh: Avalo Potalaka

Jakarta, Aquilajogja.com – Istimewanya Jogja karena seribu alasan, terlebih sebagai kota pendidikan. Luas provinsi relatif kecil, komunitas intelektualnya luar biasa besar baik jumlah maupun sumbangsihnya bagi bangsa.

Jogjakarta kembali memberi yang terbaik bagi Republik. Dua orang guru besar, masing-masing dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) termasuk nama-nama yang diajukan sebagai calon hakim MK.

Presiden Joko Widodo telah menerima tiga nama yang diajukan panitia seleksi (pansel) hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satu nantinya akan menggantikan Prof. Dr. Maria Farida Indrati, S.H., M.Hum. selaku hakim MK perwakilan pemerintah yang masa jabatannya akan berakhir pada tanggal 13 Agustus 2018 nanti.

Ketiga nama di atas berdasarkan abjad adalah Guru Besar Tata Negara Universitas Gadjah Mada yang juga Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., M.Hum., profesor hukum tata negara Universitas Islam Indonesia Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum., dan dosen senior Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Susi Dwi Harijanti, S.H., LL.M., Ph.D.

Pansel Hakim MK yang diketuai oleh Harjono pada Rabu, 1 Agustus 2018, menyerahkan ketiga nama tersebut kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Mensesneg kemudian melaporkannya kepada Presiden Joko Widodo pada hari ini, Jumat, 3 Agustus 2018.

“Dalam waktu secepatnya akan dipilih satu dan dilakukan pembacaan sumpah dan janji di depan Presiden sebelum masa jabatan Ibu Maria Farida habis,” ujar Pratikno kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden setelah bertemu Presiden.

Ketiga nama di atas menempati peringkat tertinggi dari akumulasi nilai pada semua tahapan seleksi. Sebelumnya, dalam proses seleksi akhir calon hakim MK, pansel telah mewawancarai secara terbuka sembilan peserta yang tiga di antaranya kini telah sampai kepada Presiden Joko Widodo.

Selanjutnya, Presiden akan memilih satu dari tiga nama tersebut untuk kemudian dibacakan sumpahnya di hadapan Presiden.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisa atau berdonasi, klik di sini

About Admin

Admin
‘Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila mengamati dari angkasa. Aquila berarti ‘Rajawali yang baik hati’, sang pembawa sukacita bagi dunia. Baca Aquilajogja.com dan jadinya Rajawali-Rajawali Nusantara’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean