Home / Mutiara Iman / Setelah 73 Tahun Merdeka, Zikir Kebangsaan Baru Digelar di Era Jokowi
Merenda Istimewanya Jogja
Presiden Jokowi didampingi Ketua MUI KH Ma'ruf Amin dan para ulama lainnya (Sekretariat Presiden)

Setelah 73 Tahun Merdeka, Zikir Kebangsaan Baru Digelar di Era Jokowi

Jakarta, Aquilajogja.com – Kemerdekaan adalah jembatan emas, Soekarno memesan bangsa Indonesia. Kemerdekaan harus ditransformasikan sebagai pemerdekaan dari belenggu kebodohan dan kemiskinan, Rm. Mangunwijaya, pastor Katolik yang juga novelis, arsitek, budayawan dan pekerja sosial, memesan negara Indonesia.

Presiden Joko Widodo merumuskan pesan yang tak kalah uniknya sebagaimana disampaikan dalam acara zikir dan doa kebangsaan di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu malam, 1 Agustus 2018. Kemerdekaan adalah berzikir sebagai ekspresi syukur atas anugerah kemerdekaan lewat perjuangan berdarah para pejuang bangsa, tegas beliau.

Acara yang diselenggarakan untuk memperingati HUT kemerdekaan NKRI ke-73 dan dihadiri kalangan ulama ini terbilang sangat bersejarah, istimewa, karena pertama kalinya diselenggarakan setelah 73 tahun kemerdekaan Indonesia!

Kepala Negara tiba di Istana sekitar pukul 19.39 WIB. Beliau mengenakan baju koko dibalut jas hitam, sarung, dan peci hitam.

Merenda Istimewanya Jogja
KH Ma’ruf Amin turut memberi sambutannya (Sekretariat Presiden)

“Semoga dengan zikir dan doa yang kita lakukan pada malam hari ini dan ini menjadi tradisi. Setiap 1 Agustus setiap tahun akan terus dilakukan zikir dan doa untuk mengucapkan syukur atas rahmat yang diberikan Allah pada bangsa kita Indonesia yaitu kemerdekaan,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Haji Ma’ruf Amin mengiyakan bahwa memang belum pernah ada zikir dan doa bersama menyambut kemerdekaan selama lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka.

“Tapi sekarang ada karena keinginan Bapak Presiden,” kata Kiai Haji Ma’ruf Amin.

Kiai Haji Ma’ruf juga berharap acara zikir dan doa bersama ini bisa memberi keberkahan bagi bangsa dan negara.

Merenda Istimewanya Jogja
Suasana Zikir Kebangsaan (Sekretariat Presiden)

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Umum Majelis Dzikir Hubbul Wathon Kiai Haji Musthofa Aqil Sirodj dalam sambutannya. “Zikir dan doa dapat menjadi muhasabah. Melalui zikir dan doa semoga Indonesia bisa menjadi bangsa yang aman dan damai,” katanya.

Turut mendampingi Presiden dan Wapres dalam zikir kebangsaan ini adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Kemerdekaan adalah jembatan emas yang memungkinkan upaya merenda pemerdekaan anak-anak bangsa dari apapun yang membelenggu dirinya dalam menemukan siapa dirinya di meja pergaulan bangsa-bangsa. Dan itu dimulai dari sikap bersyukur.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Avalo Potalaka

Avalo Potalaka
EDITOR Aquilajogja.com - "Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapis klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean