Home / Foto & Video Nusantara / Kisah Domba, Kelinci dan Kuda Seharga Rp 20.000 De Ranch Cisarua, Bogor
Merenda Istimewanya Jogja
Bertatapan dengan domba De Ranch Puncak, matanya mengasah arti ketulusan di benakku (dok. pribadi)

Kisah Domba, Kelinci dan Kuda Seharga Rp 20.000 De Ranch Cisarua, Bogor

Oleh: Khalida Ira Karim S.E.

Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Aquilajogja.com
Kamu berada di mana?

Manusia kerap tidak menyadari dirinya sebagai bagian dari alam. Sebagian orang bahkan ‘rajin’ mengubah alam dengan dalih menyesuaikannya dengan berbagai kebutuhan manusia.

Ada orang yang boleh dibilang tercerabut dari naturnya. Dia melupakan kicau murai, tetesan embun dan gesekan alang-alang. Menyingkir dalam isolasi tembok dan rutinitas sehari-hari. Dia telah usai sebagai mahluk, dia menjelma hiper urban.

Aku tidak mau tergelincir ke dalam lingkaran setan ala perkotaan. Dan karena konsekuensi hubungan berarti sengaja kembali dengan alam, aku pergi ke sana.

Merenda Istimewanya Jogja
Putraku bermain bersama domba De Ranch (dok. pribadi)

Entah mengapa pilihannya domba, kelinci dan kuda, namun terbukti sangat pas mengisi kembali ‘baterai’ diriku. Nama tempatnya De Ranch Puncak. Kamu tak salah bila terbayang De Ranch Lembang, Bandung. De Ranch Puncak adalah cabangnya.

De Ranch baru operasional sekitar setahun, yaitu sejak Juni 2017. Alamat tepatnya di Jalan Raya Puncak – Cianjur No. 428, Leuwimalang, Cisarua, Kopo, Bogor, Jawa Barat. Sangat mudah ditemukan karena berada di pinggir jalan Raya Puncak. Tiket masuk akhir minggu adalah 20 ribu/orang yang bisa ditukarkan dengan segelas susu murni setelah di dalam areal.

Kuperhatikan belum terlalu luas, namun perluasan sedang dilakukan.  Akan tetapi, pemandangan alamnya sangat menawan, apalagi terawat bersih dan sejuk sekali. Selain sarana taman bunga, ada juga tempat bermain anak-anak dan taman satwa.

Merenda Istimewanya Jogja
Sejenak jadi penggembala domba (dok. pribadi)

Setiap wahana tampaknya didesain agar setiap orang bisa terkoneksi kembali dengan hakekat kemanusiaannya. Kita menghirup udara segar, merasakan oksigen yang dipersembahkan tanaman yang sedang fotosintesis. Kita menyentuh batang pohon, meresapkan warna-warni bunga, menggesek sensasi daun di kulit.

Bonus paling mengesankan adalah kisah pribadi dengan domba, kelinci dan naik kuda. Aku bertatapan dengan domba-domba bulu putih yang ramah dan penuh ingin tahu, dan kuasah kembali arti ketulusan. Bagi yang menyukai swafoto, dapatkan pengalaman unik sejenak menjadi cowboy-cowgirl atau peternak atau pengembala sembari mengisi energi kehidupannya bersama keluarga.

Untuk setiap wahana pengunjung dikutip 20 – 25 ribu. Kamu tidak bakal rugi karena ekosistemnya sangat photogenic dan instagramable dengan nuansa Europa. Ada juga resto dan kafe  supaya kamu bisa makan dan minum sambil menikmati view yang spektakuler. Pulangnya bisa bawa oleh-oleh tahu susu.

Merenda Istimewanya Jogja
Taman bunga dan view suasana Eropa (dok. pribadi)

Bagi yang niatnya mengisi baterai dengan berinteraksi dengan satwa, sebaiknya jangan datang di hari Senin. Seperti kamu, satwanya perlu libur. Domba, kelinci dan kuda liburnya Senin!

Apa pendapatmu tentang istimewanya Jogja?

Orang-orang bersepeda, damai kutengok di wajahnya. Sawah-sawah menghijau, betapa sintal batang-batang padinya. Aku pikir Jogja istimewa karena relasi manusia dan alamnya patut disebut pesona.

Aku terpesona sepanjang jalan dari Malioboro hingga Prambanan. Kudengar detak bom waktu yang akan membunuh keistimewaan Jogja ketika manusia dan alam sedang dikonversi modal tak terkendali yang kompulsif menanam hunian-hunian mewah meski menyingkirkan penduduk lokal. Orang bersepeda, hijau sawah dan burung-burung bakal kehilangan ekosistemnya.

Tiga kali sudah aku ke Jogja, semuanya dalam rangka dinas. Meskipun hanya seminggu, memori yang kubawa pulang tersimpan bertahun-tahun. Kota yang selalu unik sejauh mataku memandang. Aku sengaja nginap di kota, meski berkegiatan di wilayah Prambanan, supaya banyak cuci mata.

Merenda Istimewanya Jogja
Sawah dan manusia, sebuah relasi yang patut disebut pesona (Istimewa)

Betapa hati bersorak melihat Prambanan, pertama kali dalam hidup aku menyaksikan candi. Sebuah pesona arsitektur yang membantuku melongok ke dalam kultur religius orang Jogja yang di dalamnya kencang mengalir Hinduisme. Jogja istimewa karena warisan sejarah yang begitu kaya.

Saat menjadi pelancong yang mengitari kota dengan becak, pelancong yang hendak mencari oleh-oleh bagi sanak di tempat asal, mbah penarik becak merenda pesona terbaik wisata Jogja. Beliau begitu baik, dan baiknya tulus, melayani serta membantu aku. Masih di perjalanan pun aku sudah berniat membayar lebih.

Keramahan khas Jogja ngangeni, dan hanya terpelihara istimewa bila biososial tak diremukkan modal dan perijinan.

Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkisah atau berdonasi, klik di sini

About Khalida Ira Karim, S.E.

Khalida Ira Karim, S.E.
Nufarm Indonesia - Akuntansi Universitas Islam Bandung (UNISBA) **Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching (WA: 082135424879)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean