Home / Headline / Melihat Jokowi Melintas di Tugu Jogjakarta, Aku Lupa Sudah Berumur Nyaris Kepala Lima!
Merenda Istimewanya Jogja
Syal Jokowi melengkapi foto-fotonya di pintu ruang tengah keluarga (dok. pribadi)

Melihat Jokowi Melintas di Tugu Jogjakarta, Aku Lupa Sudah Berumur Nyaris Kepala Lima!

Oleh: Elisabeth Sri Wijayanti & Rudy Ronald Sianturi

Jogjakarta, Aquilajogja.com – Kata orang usia mengendalikan perilaku, maka semakin tua semakin kalem. Akan tetapi manusia bukan hanya refleks norma sosial umumnya. Acapkali justru oleh spontanitas mengeskpresikan kegembiraan karena melihat pengharapannya melintas di depan mata.

Kalau berkunjung ke rumah kami, anda akan melihat stiker Jokowi yang kami tempel di pintu ruang tengah rumah. Setiap orang bisa berkesimpulan, tidak mungkin ditempelkan di ruangan keluarga bila bukan pribadi yang istimewa.

Aku memang ‘Jokower’, namun bukan mengkultuskan beliau. Aku hanya punya kerinduan, kala kematian menjemput, telah melihat Indonesia bergerak pasti menuju negara besar yang disegani. Jokowi adalah presiden yang aku yakini memiliki visi besar dan komitmen merenda mimpi kolektif bangsa.

Sang ‘Istimewa’, Rabu 25 Juli 2018, sedang melakukan kunjungan kerja ke Kota Jogjakarta. Aku berada selokasi, hanya berada di sana tanpa sengaja saat beliau melintas.

Ceritanya, pagi tadi setelah mengantar anak, aku bersama sejumlah teman janjian bertemu dengan seorang sahabat satu sekolah dahulu, SMA Yohanes XXIII Merauke, Papua, yang sedang berkunjung ke Jogja. Aku bergegas ke arah barat Pasar Kranggan, Tugu Jogja, Jalan Diponegoro, tempat dia menginap.

Jalanan ternyata sangat macet, terbesit mau pulang saja dan mengganti hari pertemuan. Tetapi memikirkan teman yang sangat berharap, walaupun macet aku bersabar saja.

Hati bertanya-tanya, ada apa gerangan dengan kemacetan yang tak biasa ini? Begitu kami melihat sebuah mobil bertuliskan Protokoler Negara, aku langsung menduga kalau orang nomor satu negeri ini sedang berkunjung. Hati melonjak berdebar, ada Pak Jokowi!

Merenda Istimewanya Jogja
Mobil ‘Protokoler Negara’ dikawal dengan setia (dok. pribadi)

Kulihat motor patroli yang siap siaga. Aku menepi dan bergabung bersama warga lainnya berdiri di pinggir jalan menunggu Jokowi lewat. Orang-orang menyemut dengan rela, padahal tempat kami berdiri panasnya minta ampun. Wajah-wajah berkeringat tampak cuek dengan terkaman mentari demi sang Primadona yang bakal melintas .

Rasanya seperti menonton film Hollywood yang menuju klimaks, tak sabar!

Begitu melihat mobil yangg dinaiki Jokowi perlahan mendekat, aku dan teman-teman tanpa sadar meneriakkan namanya.  Kami yang nyaris berusia 50 tahun ini, berteriak-teriak: Jokowi! Jokowi!

Aku nyaris kecewa melihat Jokowi hanya menunduk, rasanya seperti ditolak kekasih. Ternyata dia mengambil bingkisan dan melemparnya keluar jendela seraya balik melambaikan tangan kepada kami.

Satu  bingkisan mendarat tepat dalam tangkapanku. Air mata hendak tumpah. Jiwa spontan bersorak. Kaki melompat kegirangan mengikuti kepolosan hati yang telah merindu selama ini.

Hari ini, Presidenku yang istimewa memberi sebuah bingkisan berupa syal cantik. Saatnya mataku hendak menutup, aku akan menghembuskan nafas terakhir dengan puas bahwa sebuah cerita tentang negeri hebat, zamrud Katulistiwa yang dihormati bangsa-bangsa, menjadi bekalku menghadap sang Ilahi.

“Karena aku telah mendukung pemimpin yang sungguh-sungguh bekerja,” begitu kataku berargumentasi kelak mengapa aku patut masuk surga.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berbagi kisah, klik di sini

About Elisabeth Sri Wijayanti

Elisabeth Sri Wijayanti
Ibu Rumah Tangga - Sedang Merintis Bisnis Rumahan - STIE Kerjasama Yogyakarta **Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching (WA: 082135424879)

One comment

  1. Inspiratif sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean