Home / Foto & Video Nusantara / Sang Jane Tanjung Balai Karimun, Samudra Batin Perempuan Berjilbab di Pantai Ketam
Merenda Istimewanya Jogja
Sang Jane Tanjung Balai Karimun di atas akar-akar bakau Pantai Ketam (dok. pribadi)

Sang Jane Tanjung Balai Karimun, Samudra Batin Perempuan Berjilbab di Pantai Ketam

Oleh: Triyani & Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.

Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Aquilajogja.com
Kamu berada di mana?

Sebenarnya ironi bahwa di negara kepulauan Indonesia dengan panjang garis pantai yang susah dicari tandingannya, tidak banyak orang bakal begini. Aku pun tidak menyangka juga bahwa hari itu bakal duduk beralas kokohnya akar bakau. Sebuah pengalaman unik yang menimbulkan semangat mencoba.

Kurekam gerak laut dari atas, menimpa hamparan pasir putih memikat, sang ombak melantun nyanyi cinta. Pikiranku sejenak melanglang ke Afrika, di rerimbunan dedaunan, bersama Tarzan yang anggun melayang dari akar ke akar. Dan aku sang Jane menatapnya dengan terpesona.

Aku, bakau dan pikiranku berpartisipasi dalam ekologi Pantai Ketam Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri),  sekitar 50 menit menumpang ferry dari Pulau Batam. Secara ekonomi, Karimun bertetangga erat dengan Malaysia dan Singapura dalam bingkai Sijori (Singapura, Johor, Riau). Kerjasama ini memungkinkan manusia, barang dan jasa lintas 3 negara dengan bebas.

Merenda Istimewanya Jogja
Keponakanku menikmati debur di pasir lembut, tampak di belakangnya hutan bakau (dok. pribadi)

Ini kunjungan aku yang pertama kalinya setelah Pantai Ketam dibuka setahun yang lalu. Sebelumnya ada satu pantai yang sudah lama menjadi wisata favorit masyarakat, yaitu Pongkar. Ketam letaknya di belakang Pongkar.

Kami sekeluarga ke sana sewaktu Lebaran 2018. Orang-orang asyik bermain, apalagi pantainya bersih dan enak. Tampak hutan bakau menghijau dan ada karang yang menambah asri suasana. Tampak pondok-pondok untuk lesehan, kedai makan dan minum kopi. Benar-benar suasana Melayu!

Kulihat para keponakan asyik bermain di pantai yang berpasir lembut, membiarkan debur-debur kecil mentowel tumit. Mereka juga tahu kalau tak jauh dari situ ada kolam renang, sebuah wisata yang baru dibuka.

Laut di depanku menghampar harapan yang memanggil semangat terbaik untuk menjawabnya. Dada menggelora teringat keinginan untuk mengembangkan bisnis kuliner. Aku sudah merintisnya, buah-buah dan beragam sambal. Kepada angin yang meniup dan menggerakkan permukaan laut, kutitip pengembaraan masa di depanku lewat pandanganku.

Merenda Istimewanya Jogja
Salah satu kuliner buah kreasiku (dok. pribadi)

Aku suka masak, suka makan, suka bepergian dan karenanya, punya hanya satu pikiran: bisnis kuliner. Aku sang Jane dari Tanjung Balai Karimun, dengan ketrampilanku mengolah berbagai bahan, aku berjanji akan melayang dengan sekuat tenaga di setiap akar peluang yang kutemukan.

Bakau ini memberi aku ‘pencerahan’, betapa dia begitu cerdik menemukan jalan dan kekokohannya.

Apa pandanganmu tentang Istimewanya Jogja?

Aku belum sempat ke Jogja, namun pasti akan berkunjung. Sudah barang tentu, aku tahu kentalnya kebudayaan di sana yang berhasil mengekspornya hingga batik di Karimun sebagian besar asalnya dari Jogja. Tetapi yang paling kuanggap istimewanya Jogja adalah kulinernya, khususnya gudeg.

Setiap bepergian, aku suka mencoba makanan lokal untuk dicoba masak sepulangnya. Jogja adalah kota seribu resep makanan, aku harus ke sana!

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berbagi pengalaman atau pasang iklan, klik di sini ya

About Triyani

Triyani
IRT Pebisnis Kuliner - Suka Traveling, Masak dan Sport (Aerobic, Zumba dan Yoga) - Tanjung Balai Karimun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean