Home / Headline / Jalur Wangon-Rawalo-Jogja/Purwokerto Lengang, Jokowi Membuat Idul Fitri Menghening

Jalur Wangon-Rawalo-Jogja/Purwokerto Lengang, Jokowi Membuat Idul Fitri Menghening

Oleh: Indro Suprobo, S.S., B.Th.

Jogjakarta, Aquilajogja.com – Ada hal yang tidak biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan sungguh tak elok bila luput dari perhatian. Biasanya, pada hari-hari menjelang Idul Fitri, jalur Wangon-Rawalo-Jogja/Purwokerto, persis di depan rumah mertua saya, akan macet luar biasa dan bising oleh suara klakson.

Pagi ini, sehari jelang Idul Fitri, situasi jalan ternyata masih lengang.

Saya membaca banyak sekali testimoni para pemudik tentang lancarnya perjalanan mereka tahun ini. Bahkan banyak pula yang mengatakan berkurangnya waktu tempuh sehingga mudik terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Seringkali kita lupa bahwa perjuangan para pemudik, seperti mengalami macet berjam-jam atau harus lebaran di tengah jalan itu, juga merupakan cerita penduduk di sepanjang jalan yang mengalami hambatan tersebut. Kami ketiban polusi suara dan berbagai unsur kimiawi dalam intensitas luar biasa tiap tahunnya, belum lagi menghitung terganggungnya kedamaian batiniah yang kami butuhkan dalam rangka menyambut malam Idul Fitri.

Lengang di depanku ini sangat istimewa, bukan sekadar sepi tetapi memenuhi sebuah kerinduan akan keheningan.

Izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang baik di negeri ini yang telah bahu-membahu menciptakan kelengangan ini. Ini adalah sesuatu yang sangat berarti, dan saya adalah salah satu saksi.

Saya bersyukur bahwa pembangunan infrastruktur yang masif dilaksanakan pemerintah Jokowi telah memungkinkan saya dan keluarga menciptakan lengang dalam batin, membiarkan seluruhnya menjadi lebih hening, bening, tenang, luas, ramah, nyaman, damai dan ikhlas.

Setiap orang beriman pasti sepakat bahwa lengang memudahkan batin menerima kehadiran Dia, Sang Pemberi Hidup, Hyang penuh Rahmat, Welah Asih, agar sudi singgah lebih lama dan mengajarkan kasih sayang. Mudik di permukaan terkesan heboh, ribut dan ritualistik. Mudik di kedalaman sebenarnya sebuah perayaan kelengangan secara sosial, setelah berpuasa mendekati sebulan untuk meraih murni di penghujung.

Maka mereka yang berjuang melaksanakan mudik, sama halnya dengan kami, membutuhkan keluarga untuk merayakan kemenangan bersama handai taulan.

Pagi ini saya bukan hanya menyaksikan kondisi lalu-lintas yang lain dari biasanya. Kelengangan mengantar batin saya merapal doa kepada Hyang Maha Welas Asih agar semakin banyak manusia mengalami kasih sayangNya sehingga semakin mampu membagikan cinta, pengabdian dan pengampunan kepada lebih banyak orang lain.

Minal aidin wal faizin.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin bagi pengalaman, klik di sini ya

About Indro Suprobo, S.S., B.Th.

Indro Suprobo, S.S., B.Th.
Penulis, Penerjemah & Editor - Teologi & Filsafat Universitas Sanata Dharma **Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapis klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean