Home / Headline / Memalamkan Pasar Bringharjo demi Jogja Berhati Nyaman
Merenda Istimewanya Jogja
Ibu Dhera dan pedagang batik Bringharjo sama-sama menikmati khas suasana Jogja (Aquilajogja)

Memalamkan Pasar Bringharjo demi Jogja Berhati Nyaman

Oleh: Sigit Budi Harson, S.Kom. & Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.*

Jogjakarta, Aquilajogja.com – Bagi kota budaya seperti Jogjakarta, malam adalah anugerah tersendiri. Para pelancong dan warga menikmati kota dalam dimensi yang berbeda ketika gelap yang turun diterabas warna-warni cahaya dan ragam aktivitas.

Pasar Bringharjo adalah satu lokasi ikonik Jogja yang sarat sejarah. Di situ banyak lalu-lalang aktivitas dan manusia yang berburu suasana malam. Di situ banyak peristiwa terjadi, bahkan cinta berpasang-pasang berbunga, maka ia perlu ‘dimalamkan’.

Untuk mendukung kebijakan wisata malam hari di kawasan Malioboro, akhirnya Pasar Bringharjo buka hingga malam. Tadinya hanya hingga 16.30 WIB, kawasan tersebut mulai beroperasi hingga ke pelukan malam di pukul 21.00 WIB, terhitung sejak Rabu (11/4) lalu.

Para pedagang batik Bringharjo, salah satu kelompok sosial yang paling berjasa menenun tradisi dan suasana khas Jogja, menyambut sukacita kebijakan pro rakyat ini. Antusiasme mereka terbayar lunas karena tambahan jam oprasional pasar mampu meningkatkan omset secara signifikan.

Merenda Istimewanya Jogja
Suasana malam Pasar Bringharjo Jogjakarta (Aquilajogja)

Pak Pri, pemilik kios batik yang ditemui Aquilajogja.com, adalah salah satu yang merayakan kebijakan Pemkot Jogja. Menurutnya, semenjak hari pertama buka, omset kiosnya pun mengalami peningkatan, bahkan ia memerlukan tambahan pekerja lagi. Mayoritas pedagang merasa senang sebab rata-rata omset mereka naik sekitar 20 persen.

Memang ada konsekuensi logis bagi para pedagang, yaitu meningkatnya pengeluaran setiap harinya. Akan tetapi apa yang harus dikuatirkan bila pendapatan juga sebanding? Yang dikuatirkan itu bila kebijakan publik pemerintah tidak ‘connect’ dengan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.

Akhir pekan lalu, prediksi para pedagang terbukti benar bahwa pengunjung mengalami peningkatan besar dibanding hari-hari biasa. Sangat wajar, karena wisatawan dari luar Jogja banyak yang menghabiskan akhir pekannya di Jalan Malioboro dan berbelanja di Pasar Bringharjo.

Bringharjo yang menempati jantung kota berdenyut lincah bersama kemolekan Benteng Vredeburg, Gedung Agung dan Bank BNI 46 Jogja di area nol kilometer yang dinaungi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sisi lain yang dapat dinikmati dari kebijakan penambahan jam operasional bagi pengunjung adalah kenyamanan dan kentalnya suasana khas Jogja.

Merenda Istimewanya Jogja
Gedung BNI 46 Jogja di area nol kilometer Jogjakarta (Istimewa)

Ibu Dhera, seorang pengunjung lokal, merasa lebih nyaman berbelanja di malam hari. Pasalnya dengan berbelanja di malam hari, udara di pasar tidak panas dan pengap seperti siang hari. Ini adalah pertama kalinya beliau berkunjung sekaligus berbelanja di malam hari. “Adem dan tidak desak-desakkan,” katanya dengan mata berbinar-binar.

(Baca juga: Mbok Darmi Memikul Berjuta Mimpi dan Harapan Kota Jogja)

Sebuah kota yang mengklaim dirinya ikon wisata Indonesia harus berani mengukur siangnya dengan malam. Apabila siang bergairah dengan berbagai aktivitas, apakah malam berubah sepi atau hingar-bingar, namun kebanyakan di tempat-tempat eksklusif: kafe, hotel, motel dan resto-resto bergaya kebarat-baratan?

Ataukah istimewanya Jogja begitu mudah ditemui, dihayati dan dinikmati dengan nyaman di berbagai ruas jalan dan lokasi – tanpa menjadi mahal?

Harapan ke depan, pengelola pasar segera tanggap bahwa nyaman adalah mantra khas Kota Jogjakarta. Maka di Pasar Bringharjo, pengunjung dan pelancong seyogyanya menikmati kenyamanan. Ada usulan agar pasar diberi pendingin udara atau kipas angin untuk mengurangi panas dan pengap.

*Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Punya kisah tentang Jogja, klik di sini ya

About Sigit Budi Harsono, S.Kom.

Sigit Budi Harsono, S.Kom.
Editor Aquilajogja.com - Penghobi Fotografi - Universitas Atma Jaya, Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean