Home / Catatan Jurnalis / Dakwah Menjadi Da’wah: Perjumpaan Katolik dan Islam di Pesantren Dalwa, Pasuruan
Merenda Istimewanya Jogja
Sutradara Katholik Spinelli menangkap bagaimana dakwah yang sejuk dibentuk dalam keseharian di Pesantren Dalwa, Pasuruan (Istimewa)

Dakwah Menjadi Da’wah: Perjumpaan Katolik dan Islam di Pesantren Dalwa, Pasuruan

Oleh: Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.

Pasuruan, Jawa Timur, Aquilajogja.com – Seorang sutradara Italia, agamanya Katolik, namanya Italo Spinelli, berkunjung ke Indonesia. Dan seperti remaja lagi, dia jatuh cinta kepada Indonesia dan Islam yang dia temui di sebuah pesantren, namanya Dalwa, di pelosok Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Dalwa didirikan tahun 1981, awalnya hanya 6 orang santri. Ia bermula dari keyakinan kuat Alm. Abuya Habib Hasan Baharun, sang pendiri, kepada Arab sebagai ibu bahasa Islam dan dakwah sebagai nadi yang menghidupkan syi’ar Islam. Sekarang ia sedang mendidik ribuan santri dari seluruh Nusantara.

(Baca juga: Islam dan Katolik di Pulau Muna Bersatu Tidak Bercerai, Berpisah Tidak Punya Antara)

Paska perjumpaan Katolik dan Islam ini, insting sinematik seorang Spinelli dilanda gelisah dan hanya bisa diredakan dengan sebuah karya, namanya Da’wah.

Dengan didukung dan direstui oleh Majelis Ulama Indonesia, Nahdatul Ulama, Halal Lifestyle Center, dan Pemerintah Daerah Jawa Timur, dia membuat film dokumenter berdurasi 60 menit dengan produser eksekutif, Sapta Nirwandar dan H.M. Irsyad Yusuf.

Da’wah merekam Dalwa yang di dalamnya Islam bukan yang penuh kebencian, kekerasan dan teror, namun sebagai gambaran nyata rahmatan lil alamin -kebaikan bagi alam semesta- sebagaimana agama-agama lainnya.

(Baca juga: Politisasi Masjid Mengkhianati Islam Rahmatan Lil ’Alamin)

Kamera lincah mengisahkan bagaimana para santri menjalani gemblengan di pemondokan yang bersahaja, di bawah bimbingan seorang ustadz, tentang dakwah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

Spinelli yang juga direktur, pendiri dan pencipta festival Asiatica Film Medial, berhasil menangkap keseharian kehidupan para santri dalam suara santri Rafli keturunan Jerman serta 3 santri dari Pasuruan, M. Hasan Masduqi, Muhammad Shofi dan Ahmad Yazid.

Da’wah bisa dibaca dalam dua bilah. Ia mengkonfrontir stereotipe negatif tentang Islam yang terkadang salah dimengerti sebagian orang. Da’wah juga secara sinematik sedang mengembalikan hakekat dakwah sebagai ajakan dengan kebaikan. Umat Islam diingatkan kembali tentang keislaman yang sebenar-benarnya – mengkonfrontir praktik dakwah yang tidak menyejukkan – yaitu menentang kekerasan, ketenangan hati dan cinta pada sesama.

(Baca juga: Istimewanya Dakwah Islam Nusantara yang Ramah Budaya Lebih Cocok Bagi Generasi Milenial di Indonesia)

“Karena kekerasan hanya menimbulkan kekerasan yang lainnya….Dakwah (harusnya) menebar kasih sayang”. demikian dakwah sang Ustadz pada para santrinya.

Spinelli menenun hal-hal biasa yang secara luar biasa membentuk akhlak: belajar Al Quran dan bahasa Arab dan mata pelajaran lain, bangun pagi, antre untuk shalat Subuh mengikuti ceramah dan senam pagi ala pesantren hingga apa yang mereka lakukan sebelum pulang ke rumah untuk istirahat di bulan Ramadhan.

Ketika dakwah berpangkal pada akhlak mulia, suara Islam akan terdengar istimewa dan berwibawa dalam perjumpaan lintas SARA di Nusantara bahkan dunia – sebagaimana agama-agama lainnya.

(Baca juga: Islam Nusantara Mewujud dalam Tradisi Nyadran di Dusun Jogonalan, Jawa Tengah)

Setelah berkelana di berbagai festival film internasional seperti  Rome Film Festival 2017 dan Curzon London 2017, Da’wah bakal menggelar pesan sinematiknya hari ini, 31 Mei, 2018, di Metropole XXI, Jakarta.

Kiranya terjadi perjumpaan-perjumpaan baru yang kian menyegarkan!

Anda santri, klik di sini ya

About Rudy Ronald Sianturi M.Hum.

Rudy Ronald Sianturi M.Hum.
Owner & PEMRED Aquilajogja.com - Univ. Sanata Dharma, Yogyakarta - Asia Research Institute, National University of Singapore - Doctoral Courses De La Salle Univ., Filipina - Memberi pelatihan/konsultasi berbasis SDM, coaching, terapi klinis dan menulis (WA: 082135424879)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean