Home / Sosial Budaya dan Politik / Lonceng Waspada Dibunyikan BNPT, 7 PTN Terkemuka Adalah Persemaian Radikalisme!
Merenda Istimewanya Jogja
47 PTN dan PTS se-Provinsi Jawa Barat, mendeklarasikan anti radikalisme (14/07/2017) dalam pernyataan bersama di Unpad Bandung (Istimewa)

Lonceng Waspada Dibunyikan BNPT, 7 PTN Terkemuka Adalah Persemaian Radikalisme!

Jakarta, Aquilajogja.com – Menimbang laju penyebaran paham radikal dan ekstrimisasi agama dewasa ini, seperti apa gambaran Indonesia dalam 5-10 tahun ke depan?

Apabila tidak ada tindakan-tindakan signifikan maupun partisipasi masyarakat luas dalam membendung radikalisme, tidak cukup sukar membayangkan wajah negeri ini dalam satu dekade mendatang. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Drs. Hamidin, telah membunyikan lonceng tanda waspada dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/5).

“PTN itu menurut saya sudah hampir kena semua (paham radikalisme), dari Jakarta ke Jawa Timur itu sudah hampir kena semua, tapi tebal-tipisnya bervariasi,” tandas Hamidin.

Dalam catatan BNPT, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Insitut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB), praktis telah disusupi berbagai gagasan, ide dan ajaran radikal.

UI dengan tegas mengutuk terorisme dan berkomitmen total pada Pancasila, dan diharapkan segera membersihkan kampus dari berbagai anasir radikalisme

Kita mendapati adanya kecenderungan baru tentang pola penyebaran radikalisme. Jika sebelumnya dominan ditemukan di pesantren-pesantren, kini justru subur di kampus-kampus negeri maupun swasta. Yang mengejutkan adalah bahwa ternyata aktor-aktor radikalis menyasar berbagai fakultas eksakta dan kedokteran di ke-7 PTN terkemuka tersebut!

Dalam kesempatan yang sama, cendekiawan muslim Azyumardi Azra, mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, mengkonfirmasi pemaparan Hamli di atas. Tidak tanggung-tanggung, beliau dengan tegas mengatakan bahwa kampus ibarat ladang subur bagi ajaran-ajaran radikal.

(Baca juga: Presiden Jokowi: Terorisme Harus Dihadapi dengan Hard Power dan Soft Power)

“Sarang terorisme itu justru di perguruan tinggi umum. Kalau kita lihat gejalanya memang menganut paham radikalisme,” tegasnya tanpa ragu.

Sebagai seorang ayah, beliau punya pengalaman khusus dengan putrinya yang kuliah di UI. Dari ceritanya, beliau mengetahui betapa seringnya sejumlah orang yang patut diduga berpaham radikal mengajak putrinya bergabung dalam kelompok mereka. Untunglah sang putrid selalu menjalin komunikasi dengan ayahnya.

Baik Hamidin maupun Azyumardi sepakat bahwa pemerintah harus secara tegas membenahi lingkungan kampus termasuk dengan berbagai konten kebangsaan dan kebhinekaan.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Punya pengalaman serupa, klik di sini ya
LIKE Page Aquilajogja di sini ya

About Admin

Admin
‘Kodok melihat dari bawah, manusia memandang dari daratan, mata Aquila (Rajawali) mengamati dari angkasa. Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapi klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean