Home / Catatan Jurnalis / Let Me Hug You dalam Sepotong Biskuit
Merenda Istimewanya Jogja
Sambil menatap aku, dia menyodorkan biskuit ke mulutku (Ilustrasi/Istimewa)

Let Me Hug You dalam Sepotong Biskuit

Oleh: Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.

Jakarta, Aquilajogja.com – Sore yang panas dan agak berkeringat, badanku terasa lelah. Masih sekitar 2 jam lagi dari jadwal keberangkatan. Soekarno-Hatta agak gerah. Aku mencari angin, duduk di mulut gang menuju ruang tunggu pesawatku.

Tak terasa terkantuk sedikit, kukeluarkan buku dari tasku untuk mengisi waktu. Waktu itu gawai belum sambung ke internet, masih sebatas pesan pendek.

Aku mulai asyik dengan bacaan ketika mataku menangkap gerakan dari sebelah kanan. Sepasang suami istri tampak berjalan pelan mengikuti irama anak kecilnya yang berjalan di depan mereka. Ayah gagah dengan kumis tipis, ibunda cantik dengan jilbabnya.

Di tangan anak itu ada sebungkus biskuit yang dimakannya dengan tangan satunya lagi. Hatiku merasa senang sekali melihat keakraban di antara tiga orang ini, apalagi wajah berbinar-binar di lelaki mungil itu.

Kira-kira hampir 5 meter melewati bangku aku duduk, anak itu mendadak bagai ‘kapal oleng’ yang didorong oleh kekuatan misterius sehingga membelok ke arahku. Orang tuanya terkejut, aku merasa heran.

Hening sejenak di antara kami orang-orang dewasa seakan menanti sebuah peristiwa besar.

Merenda Istimewanya Jogja
Ruang Tunggu Bandara Soekarno-Hatta (Istimewa)

Dia sempoyongan. Dia mendekati aku dengan senyum menawan. Dia mendongak ke arahku yang membalas senyumnya dengan gembira, terdorong rasa nyaman yang sukar dijelaskan. Dia menyodorkan biskuit ke mulutku!

Anak sekecil itu menyuap aku, entah apa alasannya.

Orang tuanya serentak tertawa senang manakala terungkap maksud oleng anaknya tadi. Aku menyambut biskuit pemberian anaknya dengan seukacita. Sepotong biskuit sore itu bagai menemukan oase di bawah kerindangan pohon-pohon kurma di gurun terik.

Aku tak tahu siapa dia, tetapi apa yang dia perbuat punya dampak besar bagi diriku yang sedang kelelahan.

“Terima kasih ya, sayang,” kataku padanya, “Aku peluk ya.” kataku lagi.

Tanpa menunggu jawabannya, aku berjongkok untuk memeluknya. Tanda ragu sedikitpun, aku memeluknya dengan hangat dan mengecup ubun-ubunnya. Dia spontan melingkarkan kedua tangan mungilnya ke leherku.

Tiada kepura-puraan, tiada pemicu, bukan karena ada kepentingan, semata pengenalan pada kasih yang begitu besar. Aku tidak meminta, dia tidak meminta. Dia hanya melihat sebuah kebutuhan dalam diriku, dan aku menerimanya.

Cukup sepotong biskuit, anak kecil telah membuka pikiran dan perasaan orang-orang dewasa secara mengagumkan.

Ingin bagi pengalaman, 
klik di sini ya
LIKE Page Aquilajogja di sini ya

About Rudy Ronald Sianturi M.Hum.

Rudy Ronald Sianturi M.Hum.
Owner & PEMRED Aquilajogja.com - Univ. Sanata Dharma, Yogyakarta - Asia Research Institute, National University of Singapore - Doctoral Courses De La Salle Univ., Filipina - Memberi pelatihan/konsultasi berbasis SDM, coaching, terapi klinis dan menulis (WA: 082135424879)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean