Home / Psikologi dan Pengembangan Diri / Bagaimana Mahasiswa-Mahasiswi Jogja Memotivasi Dirinya?
Merenda Istimewanya Jogja
UKDW baru-baru ini sapu bersih Lomba Esai yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Lia Jogja (Ilustrasi/Humas UKDW)

Bagaimana Mahasiswa-Mahasiswi Jogja Memotivasi Dirinya?

Oleh: Lio Bijumes Frand, S.Sos.

Jogjakarta, Aquilajogja.com

“Menjalani rutinitas sebagai mahasiswa sifatnya wajib bagi yang menginginkan gelar sarjana. Namun demikian, menuju ke sana itu bukan sesuatu yang mudah”

“Sudah jamak bila semangat belajar mahasiswa itu naik turun,” tutur seorang mahasiswa baru kepada saya yang sedang mengkaji motivasi di kalangan mahasiswa Jogjakarta.

Di kala senang, semangat menggebu-gebu melakukan berbagai aktivitas kuliah maupun kegiatan lain seperti olahraga atau kesenian. Kebalikannya di saat mood menurun, rasanya enggan melakukan apapun meski itu kewajiban.

Kondisi itu lumrah dialami mahasiswa yang kurang mampu menjaga konsistensi

“Yang penting adalah pemahaman kalau kesuksesan bukan semata karena kemampuan akademik atau keterampilan melainkan 80% berasal dari motivasi pribadi. Seberapa besar motivasi yang dimiliki sebesar itulah kesuksesan yang akan diraih,” tutur Teddy.

Motivasi memang adalah modal terpenting dalam meraih sukses. Di sisi lain, motivasi bisa diperoleh dengan berbagai cara.

Sejumlah orang rela membayar mahal untuk mengikuti seminar oleh motivator ternama. Walaupun tidak keliru, namun cara-cara yang lebih murah dan hemat patut dipertimbangkan juga.

Salah satu cara mudah adalah dengan menuliskan prioritas hidup di kertas kecil untuk dimasukan ke dalam botol atau kotak impian. “Wadahnya harus mudah dilihat setiap hari untuk mengingatkan kita,” tutur Wanda.

Mahasiswa lainnya menggali motivasi dengan belajar sekaligus bergaul dengan orang-orang yang dianggap lebih pintar dalam rangka menyerap berbagai ilmu yang bisa menambal kekurangan dirinya.

Merenda Istimewanya Jogja
Salah satu cara memotivasi diri adalah dengan membaca ‘positive statement’ (Istimewa)

Dalam proses ini, mereka termotivasi belajar lebih giat untuk semakin kompetitif. “Jangan sampai terjebak pada rasa iri atas keberhasilan teman lain,” tutur Irwan.

Fakta lain yang saya temukan adalah motivasi bisa timbul karena berpikir optimis. Tiap bertemu dengan kenalan baru, hendaknya bertanya, “Apa hal-hal positif yang dapat dipelajari dari orang ini?”

Dari semua hal di atas, cara yang paling umum dilakukan teman-teman mahasiswa adalah dengan memikirkan orang tua masing-masing.

“Itulah hal terpenting bagi saya dalam meraih impian,” tutur Nurul, “Karena ingin membahagiakan mereka yang tercinta, maka saya memacu semangat dalam merampungkan tugas-tugas kuliah. Paling krusial adalah segala daya dan usaha dilakoni sebagai ibadah,” pungkasnya.

Terlepas dari semuanya itu, agar terus bergairah dalam kuliah adalah kesadaran diri bahwa setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk kelak mengabdikan ilmunya demi kepentingan masyarakat, bukan sekedar memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak terpuji.

Motivasi dari leluhur di atas kini semakin tergerus akibat pragmatisme, konsumerisme dan hedonisme yang begitu deras melanda di segala sektor kehidupan. Siapa lagi yang akan memperbaiki nasib bangsa ini kalau bukan para mahasiswa?

Tiap orang punya masa dan tantangan-tantangan. Kelak saatnya tiba, mereka yang sekarang masih kuliah siap atau tidak harus mengambil alih kepemimpinan bangsa bahkan bila perlu, sebagai penyelamat negeri.

Editor: Rudy Ronald Sianturi

About Lio Bijumes Frand, S.Sos.

Lio Bijumes Frand, S.Sos.
Aktivis Pemuda - Sedang Magister Manajemen UKDW **Aquila memberi pelatihan/konsultasi berbasis menulis, creative thinking, terapis klinis, SDM dan coaching. Sila WA 082135424879.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean