Home / Catatan Jurnalis / Elegi Buat Syuhada 5 Brimob
Merenda Istimewanya Jogja
Syuhada 5 Brimob (Istimewa)

Elegi Buat Syuhada 5 Brimob

Oleh: Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.

Jakarta, Aquilajogja.com – Terbangun tengah malam, tak tampak aku apapun kecuali kegelapan yang seperti selimut hitam menyelubungi pandanganku. Risau aku dibuatnya, tak kuasa melangkah tertahan gulita cahaya tiada.

Ingat aku sebatang lilin di dalam laci meja lampu sebelah sana. Aku mencoba meraihnya, tak terduga tanganku menjatuhkan gelas di dekat cermin.

Korek api kutemukan juga di dalam laci, masih tersisa sebatang yang belerangnya pun hanya tinggal secuil di ujung. Dengan hati-hati kugoreskan lembut supaya jangan comot, hanya sekali itu kesempatanku.

Lilin yang tinggal secuil itu kini menyala. Kulihat ke dinding ada bayangan seseorang yang sedang menatap lidah api di ujung sumbu.

Aku tercenung, bayangku bagai siluet diri yang mengikuti gerakan tubuhku. Dia juga tercenung.

Malam masih panjang, kubuka gorden biar rembulan temaram masuk sedikit. Langit pun gelap, hitam tebal menggantung seperti payung raksasa yang sedang memayungi mereka para berduka.

Kulihat kembali nyala di ujung sumbu itu, dia mulai berkedip-kedip menerjang sisa waktunya. Perhitungan harus dimulai seiring detik-detik dirinya melelehkan hingga penghabisan demi sebuah terang padaku. Dan tepat pada hitungan ke-36, selimut kegelapan membungkus tanpa ampun.

Tetapi aku tidak risau lagi, sejenak cahaya tadi telah memberi aku navigasi yang tidak mungkin keliru. Dia tidak mati, aku tidak mengatakannya lilin telah mati. Cahaya itu tetap menyala-nyala dalam batinku sebab mataku sudah memetakan seluruh isi kamar dengan baik.

36 jam rusuh Mako Brimob berakhir dengan pengorbanan 5 orang syuhada Brimob. Mereka tidak mati, aku tidak mengatakannya mereka telah mati. Pengorbanan mereka membuat mataku sanggup melihat dengan jelas. Tubuh-tubuh yang dihinakan para teroris itu membuat nyala hidup dalam diriku kian menggelora.

Merenda Istimewanya Jogja
Sejak hari ini, mereka adalah lilin-lilin di tanganmu untuk menerangi jalan kita (Istimewa)

Mereka merelakan diri masuk kegelapan yang dipaksakan pada tubuhnya. Akan tetapi kegelapan oleh amarah teroris tidak mampu menguasai jiwa-jiwa yang melelehkan dirinya supaya seluruh negeri mendapat terang.

Setiap sayatan, setiap pukulan, setiap gorokan yang mereka tanggung dalam kesakitan mengerikan itu karena jiwa-jiwa mereka merdeka dan berbulat tekad bela bangsa.

Jangan sia-siakan darah mereka yang tertumpah karena mereka lebih mencintai hidupmu daripada hidupnya sendiri. Pengorbanan mereka terlalu mahal dan akan sangat memalukan bila ditanggapi suam-suam kuku.

Jangan sia-siakan pengorbanan keluarga-keluarga mereka yang nyaris tak tertanggungkan. Bayangkan bila kita yang mengalaminya, melihat tubuh-tubuh terkasih kaku terbaring dengan bekas gorokan di leher, sayatan-sayatan keji dan lebam-lebam bekas pukulan.

Mereka digaji biasa, tidak diistimewakan, padahal risiko bertaruh nyawa setiap hari. Mereka harus siap-sedia bergegas menunaikan tugas, bahkan ketika istrinya akan melahirkan.

Kita adalah orang-orang yang tidak mereka kenal, tidak pernah memberi mereka bonus apapun untuk jasa mereka, namun kita menikmati hidup damai dan bebas beraktivitas setiap hari – karena mereka.

Jangan hanya mengenang sesaat, namun melupakan pesan kematian mengerikan yang mereka telah lewati, bahwa hidup kita tidak bisa dtukar dengan apapun kecuali dengan nyawa mereka.

Syudaha 5 Brimob adalah gelegak bela negara yang bernyala-nyala. 5 lilin telah merelakan dirinya dibakar hingga sumbu terakhir supaya terang batin kita betapa Indonesia menolak terorisme, radikalisme, fundamentalisme, fanatisme agama.

Syuhada 5 Brimob, jiwa-jiwa mulia untuk menyentak kesadaran kita bahwa keistimewaan Pancasila harus diperjuangkan setiap hari – tanpa jeda.

Syuhada 5 Brimob gugur bukan supaya dijadikan pahlawan atau martir atau legenda, tetapi supaya setiap orang MELAWAN!

Ingin bagi kisahmu, 
klik di sini ya
LIKE Page Aquilajogja di sini ya

About Rudy Ronald Sianturi M.Hum.

Rudy Ronald Sianturi M.Hum.
Owner & PEMRED Aquilajogja.com - Univ. Sanata Dharma, Yogyakarta - Asia Research Institute, National University of Singapore - Doctoral Courses De La Salle Univ., Filipina - Memberi pelatihan/konsultasi berbasis SDM, coaching, terapi klinis dan menulis (WA: 082135424879)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean