Home / Headline / Di Kampung Mataram Jogja Multikultural, Habis Mancing Terbitlah Melukis
Merenda Istimewanya Jogja
Pelukis merekam nilai-nilai guyup, toleransi dan kebhinekaan yang sedang berlangsung (dok. pribadi)

Di Kampung Mataram Jogja Multikultural, Habis Mancing Terbitlah Melukis

Oleh: Sigit Budi Harsono, S.Kom. & Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.*

Jogjakarta, Aquilajogja.com – Jepara punya Kartini ‘Habis Gelap, Terbitlah Terang’, buah pemikiran yang melampaui jaman. Perempuan melepas kungkungan adat, kebiasaan dan pikiran statis, keluar dari ‘goa gelapnya’ menuju terangnya dunia.

Jogjakarta punya 100 ‘Kartini-Kartono’, para pemancing di wisata kuliner Kampung Mataram Jogjakarta, Jl. Ringroad Selatan, Sewon Bantul, bertajuk ‘Habis Mancing, Terbitlah Melukis’.

Anda tidak salah dengar: mancing dan lukisan. Kala orang-orang memancing, sejumlah pelukis menanggapi dengan melukiskan suasana, perasaan dan nilai-nilai yang sedang dipertukarkan sesama pemancing.

Adalah gelar mancing bersama meriah (21/4) yang diikuti tokoh masyarakat, wartawan, seniman, budayawan dan juga berbagai lapisan masyarakat Jogja, termasuk KPH. Purbodiningrat dan beberapa penghageng Kraton dan Puro Pakualaman Jogjakarta.

Merenda Istimewanya Jogja
Peserta mancing asyik nikmati bersama susasana Jogja di Kampung Mataram (dok. pribadi)

Upaya keluar dari ‘goa nyaman’ masing-masing menuju terangnya Jogja multicultural ini diprakarsai Kolaborasi Aktivis Budaya Yogyakarta (KOBAR), dan ‘didukung’  penuh dengan 1 kwintal ikan lele, 1 kwintal ikan bawal serta 50 kilo ikan patin.

KOBAR menggelar mancing sebagai peristiwa unik. Selain kegiatan gayeng,  mancing berfungsi mempersatukan semua golongan lintas SARA maupun afiliasi politik yang berbeda. Semuanya bersatu dalam gelak tawa dan kompetisi hari itu.

Widihasto, inisiator sekaligus ketua penyelenggara, mengatakan bahwa mancing adalah cara sederhana yang dengan mudah menyatukan berbagai macam perbedaan dalam bingkai kbhinekaan dan keutuhan NKRI, sehingga negara kita jauh dari kata dan istilah bubar.

Merenda Istimewanya Jogja
Seorang pelukis sedang menafsir suasana lomba mancing di Kampung Mataram Jogja (dok. pribadi)

Bubar itu hanya ada di kepala dan keluar dari mulut mereka yang memang menginginkan bubarnya negara ini. Sesungguhnya, kita baik-baik saja.

Kegiatan ini juga merupakan upaya meningkatkan kemajuan dan produktivitas Kampung Mataram, lahan kas desa yang disulap menjadi destinasi wisata kuliner andalan Jogjakarta.

Sejumlah wartawan yang turut berpartisipasi menanggapi secara positif. Mancing adalah sarana pemersatu sekaligus kegiatan sosial karena para peserta dihimbau untuk membawa sembako yang akan didonasikan kepada yang berhak menerima.

*Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

About Sigit Budi Harsono, S.Kom.

Sigit Budi Harsono, S.Kom.
Editor Aquilajogja.com - Penghobi Fotografi - Universitas Atma Jaya, Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean