Home / Headline / Perawat Berjilbab Lulusan Akper Panti Rapih Jogja Mengembalikan Oksigen bagi Semua
Merenda Istimewanya Jogja
Budi Setyati, Amd. Kep., perawat lulusan Akper Panti Rapih Jogja yang memelopori Semar Semarak (dok. pribadi)

Perawat Berjilbab Lulusan Akper Panti Rapih Jogja Mengembalikan Oksigen bagi Semua

Oleh: Katharina Indah Aryanti, Amd. Kep. & Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.*

Jogjakarta, Aquilajogja.com – Aku tahu banyak orang tahu bahwa ada perokok aktif dan pasif. Yang pertama suka merokok, bahkan bagi sebagian di antaranya, rokok itu ritual. Yang kedua tak merokok, bahkan mungkin benci rokok, namun terpaksa mengisap asap rokok perokok bersama tarikan nafasnya.

Sudah banyak gerakan anti rokok, atau sadar merokok di lokasi yang disediakan. Akan tetapi, asap rokok tetap melenggang bebas ke dalam paru-paru banyak non-perokok.

Aku pikir sebabnya karena masyarakat terbiasa memecahkan masalah secara biner, yaitu lakukan ini dan karenanya, bukan itu. Solusi begini biasanya keluar dari pola pikir konfliktual, tak ubahnya format acara ILC (Indonesia Lawyers Club) antara pro dan kontra.

(Baca juga: Sepotong Ode dari Seorang Perawat RS Panti Rapih Jogja buat Gus Dur)

Adalah Budi Setyati, Amd. Kep, perawat lulusan Akper Panti Rapih tahun 1998, PNS di Puskesmas Ngemplak 1 Bimomartani Ngemplak Sleman, Jogja, mengajukan solusi yang lebih akomodatif terhadap kepentingan-kepentingan berbagai pihak.

Merenda Istimewanya Jogja
Penulis bersama sejawat, Sr. Vero C.B. (dok. pribadi)

Dia tidak memperhadapkan perokok dan non-perokok, namun menenun kolaborasi di antara keduanya, dengan membuat merokok bagian dari perilaku sosial, serupa membuang sampah pada tempatnya atau permisi saat melintas di depan orang lain. Orang tidak dilarang makan, tetapi membuang sampah di tong integral dalam harmoni sosial yang menjadi nilai-nilai komunitas yang bersangkutan.

Budi Setyati mengajukan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), ruang hidup untuk perokok maupun non-perokok. KTR bukan melarang orang merokok tetapi mengatur agar merokok menjadi bagian tata krama yang karenanya, tabu dilakukan bila merugikan orang lain.

(Baca juga: Misionaris Perempuan dari Filipina dan Jerman Ini Mencari Apa di Flores?)

Ketika merokok bertansformasi sebagai perilaku dengan orientasi sosial, perokok pasif dicoret keberadaannya. Kini hanya ada orang-orang baik yang saling menghormati, tidak lagi orang-orang yang berseteru karena oksigen.

Aku bangga dengan sejawatku ini, apalagi kami sama-sama lulusan Akper Panti Rapih Jogja yang dikelola para Biarawati CB (Carolus Borromeus).

Merenda Istimewanya Jogja
Budi Setyati, Amd. Kep. di depan Akper Panti Rapih Jogja (dok. pribadi)

Aku suka gaya Ngayogyakarta beliau. Dia menyebutnya Semar Semarak (Sehatkan Masyarakat, Semangat Tanpa Asap Rokok), ketika sang punakawan ramah mengatakan ‘merokok dapat membunuhmu’. Maka Semar Semarak adalah soal berperan memberi kehidupan kepada sesama.

(Baca juga: Dokter Jogja Berbusana Blankon dan Jarit di Tengah Dinginnya Salju New York)

Program ini dimulai sejak tahun 2009 di Dusun Kalibulus, diawali deklarasi KTR  di Dusun Kalibulus 1  khususnya RW 6 (September 2009), dan disusul RW 5 (Oktober 2009).

Apa hasilnya? Seluruh dusun kini telah berkomitmen mewujudkan KTR!

Konkretnya adalah 17 dusun terpapar KTR, 3 dusun deklarasi KTR, 18 sekolah terpapar KTR, dan 3 sekolah deklarasi KTR (SMP 2 Ngemplak, SMP Muhammadiyah Ngemplak dan SD 2 Ngemplak).

Kebijakan pemerintah tentang  KRT itu sendiri tertuang dalam Pergub DIY No. 42 tahun 2009, Perbup Sleman No. 42 tahun 2012 dan Permendikbud No. 64 tahun 2015.

Merenda Istimewanya Jogja
dr. Esti Kurniasih, Kepala Puskesmas Ngemplak 1, Bimomartani (dok. pribadi)

Semar Semarak meliputi penyuluhan tentang bahaya paparan asap rokok, screening perilaku merokok pada usia sekolah, pemantauan perilaku hidup bersih dan sehat, pertemuan lintas sektoral, deklarasi KTR (dusun dan sekolah) dan advokasi pada tokoh masyarakat dan lintas sektoral.

Ibu dua anak ini kini mewakili Puskesmas Ngemplak 1 Bimomartani, yang dipimpin dr. Esti Kurniasih, ke lomba Perawat Teladan DIY 2018 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi DIY.

Aku pikir lomba ini secara inovatif mendorong setiap tenaga kesehatan untuk berperan aktif meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dengan menggalakkan perilaku hidup sehat.

Budi Setyati adalah suara perempuan di dunia yang didominasi laki-laki. Apa yang sedang dilakukannya bakal menginspirasi perawat-perawat yang bekerja di berbagai pelosok desa.

Terpilih atau tidak, KTR merepresentasikan kemenangan cantik bagi perokok dan non-perokok.

*Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Perawat silahkan berkisah di sini ya
Sila LIKE Page Aquilajogja di sini ya

About Rudy Ronald Sianturi M.Hum.

Rudy Ronald Sianturi M.Hum.
Owner & Editor-in-chief Aquilajogja.com - Univ. Sanata Dharma, Yogyakarta - Asia Research Institute, National University of Singapore - Doctoral Courses De La Salle Univ., Filipina - Memberi pelatihan/konsultasi berbasis SDM, coaching, terapi klinis dan menulis (WA: 082135424879)

One comment

  1. Titik Nurhayanti

    Selamat mb Budi .semoga gebrakan yg dilakukan benar mendorong prilaku masyarakat terhadap rokok ..
    Bebaskan kami dari sesak napas yg disebabkan Karsinogen asap rokok ..
    KTR yes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean