Home / Headline / Surat Cinta Putri Manokwari untuk Presiden Jokowi
Merenda Istimewanya Jogja
Dengan suara nyaring, aku berteriak 'Saya" dan bergegas ke atas panggung menemui Presidenku (dok. pribadi)

Surat Cinta Putri Manokwari untuk Presiden Jokowi

Oleh: Gispa Ferdinanda Warijo

Manokwari, Papua, Aquilajogja.com
Dear Bapa Jokowi,

Ijinkan aku menyapa Bapa dalam bahasa Arfak, khususnya sub bahasa Souw, salah satu bahasa penduduk asli Manokwari: acem Presidenku, bahasmero, butunggo meido? Artinya, syalom Presidenku, apa kabarnya?

Semoga Bapa masih mengingat aku, paling tidak wajahku. Aku selalu ingat saat Bapa dan Mama Iriana memasuki Graha Lux Oriente Sorong, 13 April, 2018, pagi itu. Teman-teman yang duduk di barisan belakang mulai berdiri dan naik ke atas kursi hanya untuk melihat senyuman Bapa.

Merenda Istimewanya Jogja
Berdialog bersama Pakde Jokowi (dok. pribadi)

Kami serentak menyanyikan lagu ‘Sorak-Sorai Bergembira’, gambaran suasana hati kami menyambut kedatangan Bapa dan Mama. Aku sendiri, demi melihat Bapa Negara dari Jakarta, datang dari Manokwari ke Sorong bersama beberapa teman yang lain.

Bapa yang baik,

Nama saya Gispa, putri asli Papua yang sangat bangga dengan identitas saya sebagai Anak Asli Papua. Puji Tuhan,  sudah dua kali aku berkesempatan untuk melihat Bapa dan Mama Iriana secara langsung dari jarak dekat. Bangga sekali rasanya.

Merenda Istimewanya Jogja
Mama Iriana bersalaman dengan para penari (dok. pribadi)

Waktu itu, Bapa mengajak kami peserta sosialisasi ‘Lawan Narkoba, Pornografi dan Kekerasan’ untuk berdialog. Tanpa pikir panjang, aku mengangkat tangan dan berteriak “Saya”.

Bapa langsung melihat ke arahku, lalu mempersilahkan aku maju. Wah, ingin rasanya melakukan selebrasi saat itu juga!

Bapa menanyakan pendapatku mengenai narkoba, pornografi, bullying , serta bagaimana cara menjauhinya termasuk pesan aku untuk teman-teman yang hadir. Semuanya kujawab sebaik mungkin.

Satu perkataan Bapa yang membekas dalam pikiran dan hati saya adalah, “Gispa ini pintar sekali, calon pemimpin masa depan Papua”.

Mendengar kalimat tersebut, rasanya bangga nian.

Merenda Istimewanya Jogja
Bangganya mendapat pertanyaan dari Presidenku (dok. pribadi)

Aku sering mendengar kalimat itu dari orang-orang lain, tentunya merasa senang. Tetapi mendengar kalimat itu dari mulut orang nomor  satu di Indonesia, itu hal yang sangat istimewa. Talalu bangga sekali. Dan Bapa memberikan aku sebuah sepeda sebagai hadiah atas jawabanku.

Selama menjabat sebagai seorang kepala negara, Bapa memberikan perhatian khusus kepada kami Orang Papua. Bapa sering berkunjung ke tanah kami dan mementingkan urusan yang menyangkut tanah kami. Bapa mempercepat pembangunan di atas tanah ini dan menjadikan kami ‘anak kandung’ Indonesia.

Merenda Istimewanya Jogja
Sepeda dari Jokowi (dok. pribadi)

Dulunya, aku tidak bisa mengakses jaringan internet dengan lancar tetapi berkat Nawacita, jaringan internet sudah seperti ‘pinang’ bagi kami.

Dahulu untuk mudik ke kampung halamanku di Tambrauw membutuhkan waktu dua hari perjalanan darat. Sekarang,  hanya butuh tiga jam lamanya!

(Baca juga: Surat Cinta Putra Batak-Merauke yang Bekerja di Asmat untuk Pakde Jokowi)

Aku sangat bangga mempunyai seorang pemimpin dan panutan yang begitu rendah hati dan sederhana. Bapa selalu mengenakan pakaian hitam putih. Kalau di Gereja, yang berpakaian hitam putih adalah para majelis atau pelayan yang melayani umat Tuhan.

Aku pikir Bapa salah satu dari majelis yang tulus ikhlas melayani umatNya.

Merenda Istimewanya Jogja
Seorang temanku yang juga mendapat sepeda dari Presiden (dok. pribadi)

Bapa tidak pernah ragu untuk turun langsung dan mendengar keluh kesah masyarakat. Bapa sudah seperti payung bagi kami di tengah-tengah berbagai macam isu yang ingin memecah belah kami dari NKRI.

Bapa hadir sebagai pelindung kami dari isu separatisme. Bapa memberikan perhatian dan cinta kasih yang tidak pernah kami dapatkan dari pemimpin sebelumnya.

(Baca juga: Nona Bena Papua Merenda Harapan di Kota Jogja)

Untuk sementara orang atau kelompok, kami sering dikatakan makar, separatis bahkan parahnya, teroris.

Sejumlah pihak dari kami memang ingin berpisah dari NKRI karena menganggap bersama NKRI selama 50-an tahun itu tidak berarti apa-apa . Kami merasa diperlakukan sebagai anak tiri.

Perkembangan pembangunan yang terjadi sekarang ini menjadi bukti bahwa Papua dapat merenda dirinya jika ditangani oleh pemimpin yang benar-benar menaruh hatinya untuk membangun negeri sekaya seindah Firdaus dari timur ini.

Merenda Istimewanya Jogja
Bersama teman-temanku yang heboh-heboh (dok. pribadi)

Orang Papua yang dulunya hanya bisa tidur di atas emas, minyak, kayu, ikan-ikan, anggrek, flora dan fauna yang luar biasa beragamnya, kini dapat menikmati kekayaan alamnya.  Orang Papua yang dulu hanya berjalan di tengah hutan kini boleh menikmati hasil hutan tersebut.

Kami begitu bangga dan berterima kasih atas apa yang sudah Bapa lakukan melalui Nawacita dan juga melalui kedua pemimpin kami, Bapa Lukas Enembe dan Bapa Dominggus Mandacan.

Aku kagum sekali sama apa yang Bapa tunjukan di Sorong. Waktu itu, Bapa memayungi Bapa Dominggus yang tengah menjelaskan perkembangan proyek di bawah hujan. Ini mengajarkan kami seluruh putra-putri bangsa untuk merendahkan diri kami sebagai seorang pemimpin di tengah masyarakat.

Kalau orang Papua bilang, “Pace Ko saja, Ko tra kosong Kaka!”

Merenda Istimewanya Jogja
Manokwari, Ibu Kota Papua Barat, begitu indah nan permai (Arman Setiawan/Fotokita.net)

Bapa yang baik,

Tanpa mengurangi rasa hormat, sebelum surat ini kuakhiri, bolehkah aku meminta satu janji yang Bapa berikan sewaktu kampanye di depan masyarakat Papua? Bapa berjanji akan menyelesaikan berbagai pelanggaran HAM di tanah Papua.

Semoga dalam sisa kepemimpinan Bapa, masalah yang menjadi pemicu konflik di atas tanah kami ini dapat terselesaikan dengan baik.

Aku jamin  seratus persen, apabila dituntaskan, tidak akan ada seorang anak papua yang mau memerdekakan diri mereka sendiri.

Acem Presidenku Joko Widodo,
Gispa, Putri Asli Papua – Manokwari

Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Anak SMP/SMA ingin menulis, klik di sini ya
LIKE Page Aquilajogja di sini ya

About Gispa Ferdinanda Warijo

Gispa Ferdinanda Warijo
XI IPA 6/SMAN 1 Manokwari - Founder Bendiciones De 0 (mengajarkan anak-anak membaca, menulis, berhitung, basic English and Spanish sec. gratis) - Education For Nation (Koord. Papua-Maluku) - Menjuarai berbagai olimpiade sains, pidato dan desain - Peserta Terbaik ke-2 Pelopor Tata Ruang Nasional 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean