Home / Bisnis dan Investasi / Cenderawasih Cantik dan Ganteng diantara Ikan-Ikan di Perairan Merauke
Merenda Istimewanya Jogja
Cenderawasih dan goretan-goretan khas Papua membuat aku merasa makin ganteng dalam baju dinasku (dok. pribadi)

Cenderawasih Cantik dan Ganteng diantara Ikan-Ikan di Perairan Merauke

Oleh: Mozes Adolof Wacanno Paliama

Merauke, Aquilajogja.com  – Cakadidih mandidih adalah ungkapan khas di Kota Merauke tentang ‘kepadatan’ ikan.

Bayangkan dandang berisi air mendidih di atas tunggu kayu menyala-nyala. Ribuan gelembung air susul-menyusul ibarat decak bunyi ikan-ikan yang saling bertubrukan di permukaan air.

Metafor di atas dipakai untuk menggambarkan banyaknya ikan di laut, rawa dan sungai Merauke – atas hingga dasarnya, ikan semua!

Bukan kebetulan kalau banyak kapal asing kedapatan mencuri ikan (illegal fishing) di perairan sana, dan satu agenda Susi datang ke Merauke baru-baru ini adalah membicarakan nasib kapal-kapal ini.

Merenda Istimewanya Jogja
Sosialisasi kepada para petugas bandara (dok. pribadi)

Aku bukan polisi air atau anggota TNI AL, namun SKIPM (Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan), yang perannya sepenting mereka yang menjaga kedaulatan negara di perairan Merauke.

Maka hari ini (Rabu, 18/02), dalam rangka Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan, SKIPM Merauke dipimpin oleh Ketua Tim Kegiatan, Firhansyah, kembali mensosialisasikan keberadaannya kepada masyarakat di Bandara Udara Mopah Merauke.

Yang unik dalam kegiatan kali ini, aku dan teman-teman tetap berpakaian dinas namun dirias menggunakan corak Papua dan memakai ikat kepala burung cenderawasih, burung indah khas Papua, sehingga terlihat lebih cantik dan ganteng.

Merenda Istimewanya Jogja
Para penumpang di bandara Mopah Merauke merespon positif kegiatan turun lapangan ini (dok. pribadi)

Seorang penumpang di bandara berkata, “Aduh, cantik dan gantengnya adik-adik ini, kamorang ada acara apa?”

Aku ikut membagikan leaflet atau brosur tentang tata cara pengiriman produk perikanan dan pengiriman kepiting, lobster dan rajungan yang boleh ditangkap dan dikirim dari kota Merauke sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 56/PERMEN-KP/2016.

Aku juga turut menjelaskan tata cara pengiriman produk perikanan yang akan dikirim atau dibawa melalui Bandara Udara Mopah Merauke.

Yang menghebohkan adalah SKIPM Merauke memberikan doorprize kepada penumpang berupa kaos, gelas dan payung cantik apabila mereka bisa menjawab pertanyaan yang kami ajukan bak gayanya Presiden Jokowi.

Merenda Istimewanya Jogja
Sedang menjelaskan serba-serbi karantina dan tata cara pengiriman hasil laut ke luar Merauke (dok. pribadi)

Para petugas x-Ray bandara di kargo juga tidak luput dari incaran pertanyaan kami. Kepada mereka, kami tanyakan siapa nama menteri kelautan dan perikanan RI saat ini. Umumnya mereka hanya mengenal beliau dengan nama yang sangat popular yaitu ibu Susi.

(Baca juga: Lapor Bu Susi, Nelayan Menangkap Basah Operasi Trawl di Perairan Bengkulu)

Setelah beberapa jam di Bandara Mopah Merauke, aku dan teman-teman mulai menyisir ke Pelabuhan Perikanan Kabupaten Merauke. Kulihat banyak kapal yang bersandar di dermaga.

Kami pun langsung memperkenalkan diri serta menjelaskan maksud kedatangan ke kapal-kapal mereka. Kami temukan masih banyak Anak Buah Kapal (ABK) yang tidak mengetahui apa itu BKIPM (Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan).

Merenda Istimewanya Jogja
Pegawai SKIPM yang cantik dan ganteng ‘gerilya’ di Pelabuhan Perikanan Merauke dan disambut gembira para ABK (dok. pribadi)

Mereka tahunya hanya mencari ikan di laut. Kami lalu menjelaskan bahwa ikan hasil tangkapan yang akan dikirim keluar dari wilayah Merauke harus dilaporkan terlebih dahulu supaya diketahui jenis, jumlah serta kondisinya.

Ikan-ikan yang dikirim harus bebas dari hama penyakit dan memenuhi persyaratan mutu produk perikanan sehingga benar-benar layak untuk dikonsumsi.

(Baca juga: Dancing on the River, My Adventure at Selat Mariana Kimaam-Merauke, Papua)

Seperti di Bandara Mopah Merauke, tim kegiatan juga memberikan doorprize kepada para ABK sehingga mereka tampak senang dan gembira.

Aku sungguh menghayati itu bahwa kedaulatan RI di perairan Merauke sifatnya mutlak dan bila perlu, tenggelamkan saja kapal-kapal pencuri itu.

Aku juga sangat menghayati pentingnya menjaga kualitas dan akurasi data hasil laut Merauke yang diantarpulaukan – demi generasi mendatang.

*Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Mau berbagi kegiatanmu, klik di sini ya

About Mozes Adolof Wacanno Paliama

Mozes Adolof Wacanno Paliama
Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Merauke - Traveller

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean