Home / Headline / HUT Desa Caturtunggal Jogjakarta, Serumpun Sepi Sejuta Aksi
Merenda Istimewanya Jogja
Pasukan Lombong Abang Kesultanan Jogjakarta memimpin pawai Nusantara di HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

HUT Desa Caturtunggal Jogjakarta, Serumpun Sepi Sejuta Aksi

Oleh: Sigit Budi Harsono, S.Kom. & Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.*

Aquilajogja.com, Jogjakarta – Sebuah desa di Jogjakarta berulang tahun 15 April 2018, apa pentingnya bagi Provinsi DIY, bahkan Indonesia?

Sebuah pertanyaan bagus hanya bisa dijawab bila kita terjun langsung ke tengah-tengah sebuah perayaan. Aguilajogja.com di sepanjang momen selebrasi mengikuti dan berbicara kepada orang-orang yang merayakan hari jadi ke-70 Desa Caturtunggal dalam kemeriahan gelar budaya.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Pawai diikuti sekitar 2000 peserta dan meliuk gembira dari depan Hotel Ambarukmo hingga ke puncaknya di lapangan Realino, Universitas Katolik Sanata Darma Jogjakarta, yang bersama Universitas Negeri Yogyakarta dan Atma Jaya berlokasi di pusat pemerintahan desa, Jalan Mrican Baru.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

‘Keberagaman Budaya Menyatukan Rasa’, adalah tema tahun ini yang akan terasa ganjil dibicarakan di tempat-tempat lain.

Caturtunggal terletak di wilayah Depok, Kabupaten Sleman, yang menjadi rumah bersama bagi banyak sekolah dan kampus dibandingkan desa-desa lainnya di wilayah DIY.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Agus Santoso, sang Kepala Desa, meretas ide tentang tema gelar budaya ini. Seperti kesaksian Kirwanto, sang Ketua Penyelenggara, maknanya adalah untuk mengangkat keberagaman dalam kesatuan.

Desa Caturtunggal merepresentasikan Nusantara. Setiap suku bahkan sub suku di Indonesia hidup dan belajar bersama di wilayah ini. Bukan berhimpitin berebut oksigen dan ruang tinggal, bukan sama sekali. Benar-benar (harus) hidup-menghidupi dalam sebuah kesatuan pelangi budaya beragam.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Maka tema ini diangkat sebagai sikap untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai arti penting keberagaman atau pluralism.

Desa yang berpenghuni mayoritas pendatang dari berbagai ras dan rumpun, tentunya sebuah laboratorium budaya, bahasa, kuliner dan cara hidup.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Kemeriahan pawai budaya itu harus dihayati dalam fakta di atas: Nusantara di sebuah desa bernama Caturtunggal.

Kirwanto juga menegaskan bahwa, gelar budaya tahun ini dapat dikatakan lebih meriah dari tahun tahun sebelumnya meskipun persiapannya sangat singkat, hanya dalam waktu satu bulan, namun sudah memberi arti meriah bagi warga Caturtunggal.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Pawai yang diikuti 20 padukuhan yang mempersembahkan kreasi budaya dengan menggunakan kostum petani hingga menggunakan kostum pakaian dari berbagai adat Nusantara.

Maka foto-foto yang direkam Aquilajogja.com membincang Nusantara dalam pengayoman khas bergaya Jogjakarta: masyarakat Papua, Dayak, Bali dan berbagai daerah lainnya.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Mahasiswa-mahasiswa universitas negeri dan swasta seperti UPN, Universitas Atmajaya, Universitas Proklamasi, UNY, UIN dan hampir seluruh perguruan tinggi di wilayah Caturtunggal membuat Jogja penuh warna pada tanggal 15 April itu.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Dan memimpin di depan, Pasukan Lombok Abang, pasukan kebanggaan Kasultanan Jogjakarta, bertindak sebagai cucuk lampah atau barisan terdepan pawai budaya, sebuah pernyataan keras-tegas bahwa di Jogjakarta, setiap budaya dan agama dan ras (seharusnya) mendapat tempat terhormat.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Tengok iring-iringan pawai gelar budaya yang mengundang antusiasme warga masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui, terlebih lagi, bagi warga seluruh wilayah Caturtunggal yang sejak pagi hingga sore setia memadati rute pawai budaya.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Kemacetan total sepanjang jalan yang dilalui pawai, yang oleh panitia diatasi dengan bekerja sama dengan Kepolisian, bukan sekadar karena warga haus hiburan. Ada yang jauh lebih mendasar: pesan Kebhinekaan Indonesia. Bukan pilihan lagi, namun kemufakatan dan urgensi bangsa ini.

Merenda Istimewanya Jogja
HUT ke-70 Desa Caturtunggal Jogjakarta (Aquilajogja)

Sebuah desa di Jogjakarta berulang tahun, apa pentingnya bagi Provinsi DIY, bahkan Indonesia? Bukankah Anda sudah mendapatkan jawabannya?

*Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Punya kisah tentang Jogja, klik di sini ya

About Sigit Budi Harsono, S.Kom.

Sigit Budi Harsono, S.Kom.
Editor Aquilajogja.com - Penghobi Fotografi - Universitas Atma Jaya, Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean