Home / Headline / Part 4/4 – Dancing On The River, Tantangan Merah Merona dalam Putih Melayani
Merenda Istimewanya Jogja
Aku perempuan baju merah motif khas Papua di antara sejawat pengabdi negeri Papua (dok. pribadi)

Part 4/4 – Dancing On The River, Tantangan Merah Merona dalam Putih Melayani

Kalau ada yang bertanya rasanya melayani di Papua, hanya dua kata menjawabnya: kasih dan komitmen. Kegiatan Turkam 3 Distrik Bupati Merauke, Frederikus Gebze, merangkumnya dengan padat.

Aku sudah banyak melakukan perjalanan ke kampung-kampung, tetapi menerjang kemarahan gelombang di Selat Mariana Kimaam kali ini memberiku pengalaman yang berbeda.

Setelah Tabonji, kami bertolak balik menuju Distrik Ilwayab. Misi perjalanan ke Distrik Waan akhirnya tidak bisa diwujudkan karena alam yang belum bersahabat, ditambah adanya informasi tentang larangan berlayar karena angin kencang dan tinggi gelombang mencapai 5-6 m.

Balik ke Ilwayab dihajar ombak tinggi dan arus dasyat seakan hendak meremukkan seisi kapal (dok. pribadi)

Sebagai orang beriman, aku sungguh merasakan artinya berserah pada kuasa ilahi. Cengkraman tangan-tangan ombak yang mengguncang seisi kapal, tarikan arus kuat menebas dan tamparan angin besar menyadarkan aku betapa manusia begitu kecil di hadapan Allah.

Teknologi telah memberi kapal yang sanggup memecah keganasan laut, namun tidak menjamin sepenuhnya keselamatan. Hanya berpasrah dan yakin bahwa yang kami lakukan adalah demi pengabdian pada manusia-manusia Papua yang dititahkan Tuhan bagi kami.

Merenda Istimewanya Jogja
Bupati Frederikus Gebze (duduk paling kiri) mengadakan pertemuan dengan masyarakat (dok. pribadi)

Perjalanan ini memberiku selaksa makna yang memengaruhi pandanganku tentang hidup dan sesamaku.

Aku bersyukur boleh memetik tauladan komitmen yang ditunjukkan Bupati Frederikus Gebze dan teman-teman serombongan. Aku adalah saksi mata bagaimana mereka harus melawan rasa mual, pusing dan kekuatiran dihempas laut yang tak rela bila belum menempa tekad anak-anak manusia ini.

Kulihat berkali-kali di wajah Bupati bagaimana kelelahan disambutnya dengan sukacita. Beliau begitu setia memimpin Turkam 3 Distrik ini. Pagi hingga tengah malam bekerja tanpa lelah, menerima masyarakat yang beraudiensi tiada henti serta bergerak kampung ke kampung.

Merenda Istimewanya Jogja
Bupati Frederikus Gebze yang tiada lelah bertemu masyarakat (Istimewa)

Pelajaran terbaik yang kupelajari adalah bahwa untuk membuat suatu keputusan besar, kita harus berani masuk dan merasakan langsung di medan juang. Hanya orang yang melihat dan merasakan yang akan tahu apa yang sebenarnya harus dilakukan.

Sangat banyak orang yang pintar berbicara saat ini tetapi sebenarnya tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Bagian ini menyedihkan bagiku. Sejak kembali ke pangkuan NKRI, Papua nyaris terlupakan sembari justru ia memberi sumbangsih kekayaan alamnya untuk bangsa.

Merenda Istimewanya Jogja
Orang asli Papua, Marind, sudah ikut bertani dan mendapat bantuan PEMDA Merauke (dok.pribadi)

Belakangan ini, dia kerap disebut-sebut, bernada sumbang, sama sekali jauh dari indah. Bila ada isu-isu nasional terkait pemerintah, Papua biasanya dijadikan contoh kegagalan negara hadir di tengah-tengah masyarakat.

Dan hanya sampai di situ. Mereka yang gemar melakukan politisasi Papua sebenarnya tidak peduli dan ironisnya, tahu terlalu sedikit tentangnya.

Kebijakan Menteri Susi soal moratorium penangkapan ikan oleh kapal-kapal asing merupakan contoh bagus seberapa tanggap pemerintah terhadap kepentingan publik. Sebagai kebijakan negara, cukup baik tetapi tidak bisa langsung dilakukan demikian tanpa adanya regulasi penyelamatan dan petunjuk teknis yang pro kepada ekonomi masyarakat biasa.

Merenda Istimewanya Jogja
Anak-anak sekolah di tepian mengiringi kami balik Ilwayab, mereka juga anak-anak Indonesia (dok. pribadi)

Akibat negatif dari moratorium ini adalah tidak adanya kapal-kapal yang menampung hasil melaut nelayan-nelayan tradisional.

Sungguh bijaksana, Menteri Susi turun langsung ke Merauke sehingga beliau menjadi lebih tahu solusi apa yang harus diberikan bagi masyarakat nelayan pesisir yang notabene adalah nelayan Orang Asli Papua (OAP) dengan kapal-kapal kecil yang tidak lebih dari 30 GT.

Merenda Istimewanya Jogja
Mantan Bupati Merauke, John Gluba Gebze, didampingi Bupati dan Wabup, memberi sambutan pada HUT Merauke (dok. pribadi)

Beliau setuju memfasilitasi penampungan hasil tangkapan nelayan pesisir, suplai bahan bakar dan es yang dikelola masyarakat dan memberi bantuan kapal-kapal penangkap ikan buat mereka. Sebuah kebijakan yang pro rakyat kecil sebagaimana yang selalu ditekankan Presiden Joko Widodo.

Kami Turkam 3 Distrik, dan salah satu agenda Bupati adalah melihat langsung kondisi di lapangan, mendengar langsung dari masyarakat dan sosialisasi serta implementasi berbagai solusi yang telah dibicarakan dengan Menteri Susi.

Merenda Istimewanya Jogja
Pengabdian itu seperti kata orang Papua ‘sudah tatanam di lumpur Merauke’ (dok. pribadi)

Terbang balik ke Kota Merauke, saat bersisian awan-awan Papua putih permai, ingatanku kembali pada Bapak-Mamak dan sejawat perjuangan mereka, guru-guru Trikora era 1965-1971, yang terjun langsung ke negeri asing bernama Papua.

Di dada mereka menggelora bekal iman dan komitmen pada kemanusiaan. Tiada listrik, beras dan jaminan gaji, hanya dorongan mengasihi sesama anak-anak bangsa. Aku sungguh bersyukur mereka mewariskan Papua yang dibangun di atas fondasi kasih bersama para misionaris Kristen.

Pesawat kami menukik turun, pilot lihai menggelinding nyaman menelusuri langit di atas Kota Merauke. Aku pandang barisan rumah dan pepohonan di bawah sana. Aku ingat awal perjalanan seperti yang kuceritakah dalam Part 1. Batinku mengatakan cinta setulusnya pada tanah seindah Firdaus ini.

Kota Merauke dari atas Susi Air sebelum mendarat di Bandara Mopah (dok. pribadi)

Tak urung hati bertanya, mengapa orang-orang yang gemar mempolitisasi Papua untuk kepentingan kelompoknya itu tidak bosan-bosannya bicara tanpa sudi mengenal medan Papua?

Mari membangun bukan hanya bicara
Izakod Bekai Izakod Kai – Satu Hati Satu Tujuan

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Anda ingin berkisah, klik di sini ya

About Ir. Justina E. Sianturi, M.Si.

Ir. Justina E. Sianturi, M.Si.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Merauke, Papua - Universitas Hasanuddin, Makassar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean