Home / Headline / Surat Cinta Putra Batak-Merauke yang Bekerja di Asmat untuk Pakde Jokowi
Merenda Istimewanya Jogja
Tua-tua adat dan kampung menyambut Presiden dengan hangatnya (Sekretariat Presiden)

Surat Cinta Putra Batak-Merauke yang Bekerja di Asmat untuk Pakde Jokowi

Oleh: Amsal Tambunan, S.T. & Rudy Ronald Sianturi, M.Hum.*

Asmat, Papua, Aquilajogja.com
Dear Pakde Jokowi dan Ibu Iriana yang tercinta,

Bapak memang tidak tahu tentang aku, tetapi aku mengenal Presiden dan Ibu Negaraku.

Aku bekerja di Dinas PUPR Asmat, Papua, dan turut mempersiapkan kedatangan Bapak ke Asmat, sang ‘Venesia’ di Papua.

Kementrian Pusat dan Pemda Kabupaten Asmat bekerja sama untuk membangun Asmat yang lebih maju dalam bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, sarana air minum dan pembangunan infrastuktur.

Pakde pasti sudah dapat laporan kalau empat hal ini sedang digenjot proses pembangunnya di berbagai distrik dan kampung sewilayah Asmat. Dan kemarin Bapak dan Ibu melakukan blusukan untuk melihat sejauh mana proyek telah dilaksanakan.

Merenda Istimewanya Jogja
Penulis di salah satu jembatan gantung di Kampung Waras-Yawas, Distrik Fayit, Asmat (dok. pribadi)

Aku hanya orang biasa, Pakde, tetapi bahagia nian melihat ekspresi bangga di wajah Presidenku karena semua yang diperintahkan sudah dilaksanakan di lapangan, seperti fasilitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan rumah masyarakat dan sarana air minum dan infrastruktur jalan serta jembatan.

(Baca juga: Part 3/4 – Dancing on the River, My Adventure at Selat Mariana Kimaam Merauke, Papua)

Pakde tiba di Asmat dengan helikopter jam 1 siang WIT. Dari atas, Bapak pasti sudah melihat kalau seisi kota Asmat berada di atas air. Ada perahu-perahu mengapung di dermaga-dermaga kecil. Cantik sekali dari atas, bukan?

Merenda Istimewanya Jogja
Areal penampungan air hujan bagi reservoir seluas 4 hektar (dok. pribadi)

Sungguh kocak melihat ekspresi Bapak mendapati bahwa Asmat jembatan kayu semua. Tidak ada jalan darat, semua di atas air. Bukan seperti di Jawa, kan?

Pakde yang baik,

Hatiku sangat terharu. Untuk pertama kalinya, orang-orang Asmat melihat Presiden RI dalam jarak begitu dekat. Ternyata, kami benar-benar bagian dari NKRI!

kampung kaye syuru.
Masyarakat begitu senang menyambut Presidennya di Asmat (Sekretariat Presiden)

Warga senang sekali melihat Presiden dan Ibu Negara naik motor listrik. Itu moda transportasi kami sehari-hari. “Lho, motornya kog nggak ada bunyinya?” tanya Bapak.

(Baca juga: Surat Cinta Putri Manokwari untuk Presiden Jokowi)

Di Asmat, setiap rumah dan lokasi dihubungkan dengan jembatan dan jalan dari kayu. Karena itu, motor biasa tidak boleh dipakai di sana, hanya motor listrik yang supaya tidak merusak infrastruktur kota.

kampung kaye syuru.
Pakde memang bukan Presiden biasa, berboncengan dengan Ibu Iriana bak pacaran di Asmat, sang Venesia di Papua (Sekretariat Presiden)

Itulah Asmat yang berbeda dengan kota-kota lain di Papua. Bapak dan Ibu berboncengan bak masih pacaran, asyik sekali mengelilingi Asmat dengan penuh senyuman. Kulihat Pakde mau angkat tangan ke masyarakat tetapi takut-takut lepas stang motor. Takut jatuh ke lumpur.

(Baca juga: Part 1/4 – Dancing on the River, My Adventure at Selat Mariana Kimaam Merauke, Papua)

Lumpur Asmat memang ‘jahat’. Sebenarnya, Pakde harus jatuh dulu baru bisa angkat tangan. Menurut peribahasa Papua, ‘tatanam di lumpur mben cinta mati Papua’. Begitu lho, Pak.

Merenda Istimewanya Jogja
Mama-mama Asmat menyambut ‘anak laki-laki’ dari Jakarta dengan gembira (Sekretariat Presiden)

Kemudian Bapak langsung ke Wiyata Mandala melihat program Pemda ‘1000 hari kehidupan manusia Asmat’. Dari sini, menuju ke rumah sakit melihat fasilitas kesehatan,  dan keliling lagi melihat pembangunan infrastuktur jalan dan jembatan gantung antar kampung.

Merenda Istimewanya Jogja
Penulis di salah satu jembatan kayu (dok. pribadi)

Rasanya senang sekali, Presidenku meninjau reservoir atau bak penampungan air hujan, proyek kami, yang besarnya 20X25 m itu. Dengan area penampungan seluas 4 hektar, ini adalah sumber air bersih bagi Asmat yang mulai dibangun sejak 2016 dan ditargetkan selesai dalam tahun 2018 ini.

Proyek ini ditangani Dinas PUPR Kabupaten Asmat, dan sekarang ada penambahan 3 reservoir dari Pemerintah Pusat.

Merenda Istimewanya Jogja
Reservoir di Kampung Kaye Syuru, Asmat (dok. pribadi)

Pakde yang keren sekali,

Bapak tahu bagaimana rasanya melihat Presiden berani naik speedboat 115 pk untuk melihat pembangunan rumah bagi masyarakat di kampung-kampung? Bapak pakai pelampung baju putih yang tidak bisa terapung. Itulah salah satu tantangan kami sehari-hari dalam melayani masyarakat.

kampung kaye syuru.
Pakde Jokowi dan Ibu Iriana baik speedboat 115 pk (Sekretariat Presiden)

Hal yang paling masyarakat Asmat salut adalah Presidennya pulang mandi hujan! Maaf Pakde, Asmat cuacanya begitu, tidak bisa ditebak!

Merenda Istimewanya Jogja
Presiden Jokowi pulang mandi hujan ‘dikejar’ Pace Asmat yang bawa ikan (Sekretariat Presiden)

Terima kasih buat Pakde Jokowi dan Ibu Iriana, sudah berkunjung  dan merasakan apa yang kami rasakan selama bertugas di Asmat, Papua. Kami sangat senang dan bangga dengan Presiden dan Ibu Negara RI tercinta.

Bapak adalah Kepala Suku dan kami tunggu periode ke-2. Mantap yooo, dormoom!

*Co-Writer & Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin menulis kisahmu, klik di sini ya
LIKE Page Aquilajogja di sini ya

About Amsal Tambunan, S.T.

Amsal Tambunan, S.T.
Dinas PUPR Kabupaten Asmat, Papua - Universitas Musamus, Merauke

3 comments

  1. Mantap utk tulisan abang ini. Sukses selalu di tanah papua. Tuhan memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean