Home / Headline / Part 2/4 – Dancing on the River, My Adventure at Selat Mariana Kimaam Merauke, Papua
Merenda Istimewanya Jogja
Kampung Wogikel sering disebut Venisia Merauke di Papua karena letaknya di atas air (dokumentasi pribadi)

Part 2/4 – Dancing on the River, My Adventure at Selat Mariana Kimaam Merauke, Papua

Oleh: Ir. Justina E. Sianturi, M.Si.

Kimaam, Merauke, Aquilajogja.com – Seperti yang diceritakan dalam Part 1, menerjang ganasnya Selat Mariana terbayar lunas dengan sambutan hangat masyarakat Kimaam.

Esoknya, Rabu 22 Maret 2018, kami mengikuti apel jam 8 pagi di kantor Distrik Kimaam yang baru. Kepada guru-guru  dan kepala sekolah, Kapuskesmas, aparat distrik dan beberapa kepala dan aparat kampung lainnya, Bupati Merauke, Frederikus Gebze, menekankan pelayanan birokrasi pro rakyat dan komitmen kerja aparat Distrik dan Kampung.

Sekitar jam 10.30, kami diantar ke dermaga Kimaam untuk melanjutkan kunker ke Distrik Tabonji.

Sekitar 10 menit selepas dermaga, KM.Torasi diterjang gelombang dan angin kencang. Ombak gelombang Selat Mariana bak penari kesurupan. 50 menit liar berdansa, kaca depan pecah akibat hempasan peralatan kapal yang menghunjam. Kami harus singgah ke Distrik Ilwayab.

Ombak mengganas dan angin kencang sehingga alat yang terlepas memecahkan kaca kapal (dokumentasi pribadi)

Jam 12.20, kami tiba di Kampung Wogikel, Ilwayab. Kulihat banyak sekali kapal ikan yang sandar di sekitar dermaga, milik perusahaan yang telah dibekukan ijin operasional dan usahanya karena adanya moratorium dari KKP.

Salah satu tujuan kunker adalah melihat langsung apa yang terjadi di wilayah pesisir. Matinya perusahaan investor ternyata sangat berdampak bagi ekonomi masyarakat di Distrik Ilwayab, Pulau Kimaam dan juga bagi pendapatan pajak Kabupaten Merauke.

(Baca juga: Lapor Bu Susi, Nelayan Menangkap Basah Operasi Trawl di Perairan Bengkulu)

Setibanya di Wogikel, kami bertemu dengan manajemen perusahaan yang berada di tempat. Bupati memberi arahan dan membicarakan solusi-solusi yang ditawarkan Menteri Susi dalam kunjungan beliau ke Merauke tanggal 19 Maret sebelumnya.

Merenda Istimewanya Jogja
Pertemuan terbatas saat mengunjungi bekas kantor pusat perusahaan ikan. Bupati Frederikus duduk di tengah (dokumentasi pribadi)

Seperti juga Jokowi, Bupati Merauke memiliki stamina prima. Jam 13.00, pertemuan dilanjutkan dengan warga Distrik Ilwayab bertempat di GOR Kampung Wogikel dan dihadiri anggota DPRD yang sedang reses, Tripika, Polair, Kapolsek dan Koramil.

Pada pertemuan ini, masyarakat sangat berharap agar ada investor yang masuk dan bergerak di usaha pemasaran dan pengelolaan ikan masyarakat karena hasil tangkapan nelayan pesisir sebenarnya sangat banyak tetapi tidak ada perusahaan yang membeli dan menampungnya.

Merenda Istimewanya Jogja
Bupati Frederikus Gebze mengadakan temu wicara dengan para pemuka kampung, pengurus gereja dan tua-tua adat (dokumentasi pribadi)

Kebijakan yang diambil KKP ternyata tidak menguntungkan bagi nelayan kecil. Fakta di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan sistem kartel dari para pengusaha laut yang beroperasi saat ini dengan kapal pengumpul dan beberapa kapal pencari. Akibatnya, tidak ada kapal yang menampung tangkapan nelayan pesisir.

Merenda Istimewanya Jogja
Menteri Susi Pudjiastuti berfoto bersama Komunitas Mancing Mania Merauke saat berkunjung ke sana tanggal 19 Maret, 2018 (Foto: Oz Sianturi)

Kampung Wogikel tergolong unik.  Sebagian wilayah kampung terletak di atas air. Jembatan-jembatan kayu menghubungkan berbagai titik. Perahu-perahu warga keluar masuk melalui anak kali di antara rumah-rumah penduduk bagaikan Venisia di Eropa.

Jam 15.00, kami berjalan kaki sekitar  5 km ke Gereja St. Petrus di Kampung Wanam. Bupati melanjutkan pertemuan dengan pihak gereja, aparat distrik dan kampung serta tua-tua adat hingga 18.30.

Masyarakat meminta adanya penyediaan rumah layak masyarakat, peningkatan pelayanan kesehatan, guru dan perbaikan sekolah.

Selain itu, mereka menginginkan perbaikan ekonomi masyarakat dengan adanya unit usaha yang bisa membeli dan menampung hasil tangkapan nelayan pesisir.

Merenda Istimewanya Jogja
Gereja St. Petrus, Kimaam (dokumentasi pribadi)

Badan serasa remuk dan capai, terkuras tarian laut dan marathon pertemuan. Kami balik ke Kampung Wogikel. Saya sudah tidak mampu lagi menikmati hiburan rakyat berupa organ tunggal. Harus segera tidur karena besok subuh jam 02.00, perjalanan tertunda ke Distrik Tabonji akan diteruskan. Klik Part 3 di sini

Mari membangun, bukan hanya bicara.

Izakod Bekai Izakod Kai, Satu Hati Satu Tujuan

Editor: Rudy Ronald Sianturi

Ingin berkontribusi atau pasang iklan, klik di sini ya

About Ir. Justina E. Sianturi, M.Si.

Ir. Justina E. Sianturi, M.Si.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Merauke, Papua - Universitas Hasanuddin, Makassar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chinese (Simplified)EnglishGermanIndonesianJapaneseKorean